Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kereta Api Jadi Primadona Turis Asing, 123 Ribu Lebih Naik Selama Januari–Mei

📅 Sabtu, 14 Jun 2025, 23:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kereta Api Jadi Primadona Turis Asing, 123 Ribu Lebih Naik Selama Januari–Mei Doc: ANTARA/HO-Humas KAI
Ket. Dokumentasi - Dua orang wisatawan mancanegara berjalan di samping kereta api.

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 123.824 wisatawan mancanegara menggunakan layanan atau naik kereta api untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata unggulan di berbagai daerah di Indonesia selama Januari hingga Mei 2025.

"Artinya, KAI terus berkontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Sepanjang Januari hingga Mei 2025, sebanyak 123.824 wisatawan mancanegara tercatat telah menggunakan layanan KAI," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (14/6).

Dia menyebutkan khusus di bulan Mei 2025 saja, jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan KAI mencapai 30.004 pelanggan.

"Tingginya antusiasme wisatawan asing memperlihatkan bahwa kereta api kini menjadi bagian penting dalam peta perjalanan wisata internasional di Indonesia,” ujarnya.

Anne menambahkan, dengan jaringan kereta api yang telah tersebar luas di Pulau Jawa dan Sumatera, wisatawan mancanegara kini semakin mudah menjangkau berbagai kota wisata utama di Indonesia secara aman, nyaman, dan efisien.

KAI mencatat 10 stasiun tujuan favorit wisatawan mancanegara Januari-Mei 2025 pertama Stasiun Gambir dengan 23.852 pelanggan (wisatawan mancanegara); Stasiun Yogyakarta 17.417 pelanggan; Stasiun Bandung 11.678 pelanggan; Stasiun Surabaya Gubeng 8.416 pelanggan; dan Stasiun Pasarsenen 7.446 pelanggan. 

Selanjutnya, Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng 5.757 pelanggan; Stasiun Malang 4.497 pelanggan; Stasiun Surabaya Pasar Turi 3.665 pelanggan; Stasiun Cirebon 3.163 pelanggan; dan Stasiun Purwokerto 2.823 pelanggan.

"Setiap kota yang terhubung dengan stasiun-stasiun tersebut menawarkan daya tarik wisata khas yang menjadi magnet utama," ucap Anne.

Di Jakarta, wisatawan dari Stasiun Gambir dapat dengan mudah mengunjungi Monas, Kota Tua, hingga kawasan Menteng dan Thamrin yang menjadi pusat kuliner, sejarah, dan perbelanjaan ibu kota.

Sementara itu, Stasiun Yogyakarta menjadi akses utama ke ikon-ikon wisata budaya seperti Candi Borobudur, Prambanan, Malioboro, dan Keraton Yogyakarta. Keunikan budaya Jawa yang kuat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara dari berbagai negara.

Di Bandung, wisatawan menikmati keindahan alam Lembang, Kawah Putih Ciwidey, hingga keramaian factory outlet dan kafe di pusat kota. Dengan akses yang strategis dari Stasiun Bandung, wisatawan dapat menjelajahi berbagai destinasi hanya dalam waktu singkat.

Kota Semarang menawarkan kekayaan heritage seperti Kota Lama, Sam Poo Kong, Lawang Sewu, serta Museum Ambarawa. Sementara itu, Surabaya yang dilayani oleh Stasiun Gubeng dan Pasar Turi menghadirkan perpaduan wisata sejarah, budaya, dan modernitas melalui kunjungan ke House of Sampoerna, Jembatan Suramadu, hingga Tugu Pahlawan dan "Kota Lama" Surabaya.

"Tak kalah menarik, dari Stasiun Malang, wisatawan mancanegara menjelajahi kawasan wisata Batu, Gunung Bromo, hingga Kusuma Agro Wisata. Sedangkan Cirebon dan Purwokerto menawarkan destinasi wisata budaya, religi, dan alam yang semakin diminati oleh wisatawan internasional," jelas Anne.

KAI terus memperkuat peran transportasi kereta api bagi pariwisata nasional melalui inovasi layanan, kemudahan pemesanan, integrasi transportasi, dan kenyamanan perjalanan untuk menciptakan pengalaman menyenangkan bagi wisatawan mancanegara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.