Perkuat Hubungan Bilateral, RI dan Jepang Tanda Tangani MoU 200,8 Juta Dolar AS
📅 Jumat, 13 Jun 2025, 15:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti memimpin delegasi misi dagang internasional dengan menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai 200,8 juta dolar Amerika Serikat (AS) antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang, di Osaka, Jepang, Rabu (11/6).
Roro Esti mengatakan Kementerian Perdagangan berkomitmen mendukung dan memfasilitasi pemangku kepentingan, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM) dengan menggelar forum bisnis, yang merupakan rangkaian dari kegiatan misi dagang Indonesia ke Jepang.
"Kolaborasi antara kedua negara sebagai mitra dagang diharapkan makin kuat dan saling menguntungkan," ujar Wamendag dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Sebanyak 13 kerja sama yang disepakati dalam forum bisnis tersebut meliputi produk kertas, pelet kayu, boga bahari (seafood), cokelat, dekorasi rotan, furnitur kayu, biji kopi, arang kayu, tenaga kerja, dan pengembangan bisnis biomassa.
Dalam kesempatan itu, Wamendag Roro menyampaikan posisi strategis Indonesia yang merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dan memposisikan diri sebagai mitra perdagangan dan investasi utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia menjadi salah satu negara dengan ketahanan ekonomi yang kuat dan pertumbuhan sebesar 4,87 persen pada kuartal I-2025 serta produk domestik bruto (PDB) sebesar 4,9 ribu dolar AS per kapita per tahun pada 2024.
Dari sisi investasi, Indonesia mengalami peningkatan realisasi investasi yang signifikan pada 2024, yakni 20,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Roro Esti, kinerja perdagangan bilateral Indonesia dan Jepang memiliki peluang pasar yang besar untuk dikembangkan pada sektor-sektor potensial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang menunjukkan tren positif 8,8 persen dalam lima tahun terakhir (2020-2024).
Sementara itu, ekspor utama Indonesia ke Jepang pada tahun 2024 didominasi batu bara (15,8 persen dari total ekspor Indonesia ke dunia), nikel (5,52 persen), dan konduktor elektrik (4,07 persen).
Di sisi lain, impor nonmigas Indonesia dari Jepang menunjukkan tren positif 8,21 persen dalam periode tersebut.
Impor utama Indonesia dari Jepang didominasi produk logam (3,03 persen), kendaraan bermotor (2,9 persen), dan tembaga (2,81 persen).
Dalam forum bisnis tersebut, Roro Esti turut menegaskan bahwa Indonesia sangat terbuka akan kerja sama di sektor strategis termasuk energi hijau.
"Sebagai mitra dagang dan investasi potensial, Indonesia sangat terbuka untuk kerja sama di sektor-sektor strategis termasuk di sektor energi hijau (renewable energy) dan produk berkelanjutan (sustainable product). Dengan komitmen tinggi terkait isu lingkungan, Indonesia mampu menjadi mitra penting Jepang dalam menciptakan rantai pasok hijau dan mendorong transisi energi hijau di kawasan," katanya menegaskan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!