Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jaksel Targetkan 5 Ton Ikan Sapu-sapu dari Setu Babakan

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 09:55 WIB | Oleh:
Pemkot Jaksel Targetkan 5 Ton Ikan Sapu-sapu dari Setu Babakan Doc: antara foto
Ket. Penangkapan ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan, Jaksel.

JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) menargetkan sebanyak lima ton ikan sapu-sapu dapat ditangkap dalam kegiatan pengendalian populasi di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa.

“Alhamdulillah, pagi hari ini kami berada di Setu Babakan. Dalam waktu satu jam lebih, kami sudah mendapatkan kurang lebih 300 kilogram ikan sapu-sapu. Target kita hari ini lima ton,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam giat penangkapan ikan sapu-sapu di Setu Babakan, Jakarta, Jumat (17/4).

Dia mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan.

Menurut dia, penangkapan dilakukan secara masif karena berdasarkan kajian, populasi ikan sapu-sapu di Setu Babakan cukup tinggi. Selain itu, ikan tersebut juga dinilai berpotensi merusak ekosistem perairan.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, ekosistem yang ada akan lebih baik, kualitas air dan lingkungan juga semakin membaik,” ujar Anwar.

Dia menyebutkan kegiatan serupa tidak hanya dilakukan di Setu Babakan, tetapi juga di sejumlah titik lain di Jakarta Selatan. Namun, fokus utama saat ini berada di kawasan tersebut karena populasinya paling banyak.

“Semua wilayah melakukan, tapi yang terbesar di sini. Hasil kajian menunjukkan ikan sapu-sapu banyak di Setu Babakan, dan terbukti, dalam satu jam, sudah dapat 300 kilogram,” terang Anwar.

Dia pun memastikan penangkapan dilakukan secara berkelanjutan hingga populasi ikan sapu-sapu dapat ditekan secara signifikan.

“Kegiatan ini tidak hanya hari ini, tapi akan terus berlanjut sampai betul-betul habis, karena ikan ini sekali bertelur bisa sampai 800 butir,” ucap Anwar.

Terkait dampak lingkungan, dia mengatakan ikan sapu-sapu merupakan predator yang dapat mengganggu keberlangsungan ikan lain.

“Ikan ini predator, telur ikan lain dimakan. Air juga bisa terdampak. Dia bisa hidup di air yang sangat kotor sekalipun, jadi cukup membahayakan ekosistem,” papar Anwar.

Dalam pelaksanaan kegiatan itu, Pemkot Jaksel melibatkan berbagai unsur, mulai dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), kecamatan, kelurahan, hingga Satuan Poilisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Semuanya terlibat, termasuk pasukan pelangi. Kita lakukan analisa lokasi mana yang banyak, lalu dilakukan penangkapan agar hasilnya maksimal dan berdampak pada masyarakat,” ungkap Anwar.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan, menyusul peredaran informasi ikan sapu-sapu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan olahan pangan, seperti siomay.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.