Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kilas Balik Sejarah 105 Tahun Pasar Minggu Terefleksi di Ajang Festival Mikul Buah

📅 Senin, 22 Jun 2026, 18:15 WIB | Oleh:
Kilas Balik Sejarah 105 Tahun Pasar Minggu Terefleksi di Ajang Festival Mikul Buah Doc: ANTARA/Zabur Karuru
Ket. Suasana kawasan Pasar Minggu seusai penertiban, Jakarta Selatan. Kawasan tersebut tampak lebih lengang dan tertib.

JAKARTA - Festival Mikul Buah II Tahun 2026 menjadi ruang refleksi 105 tahun sejarah Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekaligus momentum menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI Jakarta.

"Tahun ini, Festival Mikul Buah mengusung tema Refleksi 105 Tahun Pasar Minggu yang Selaras Menuju 5 Abad Kota Jakarta sebagai Kota Global dan Berbudaya," kata Lurah Pasar Minggu Meilita Paramanandana saat dihubungi di Jakarta, Senin (22/6).

Dia mengatakan festival tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Pasar Minggu untuk merefleksikan perjalanan sejarah wilayah yang telah berusia kurang lebih 105 tahun itu.

Nama Pasar Minggu, kata dia, telah dikenal sejak awal abad ke-20 sebagai kawasan perdagangan hasil bumi dan buah-buahan yang tumbuh di tengah sentra pertanian dan perkebunan.

Identitas tersebut hingga kini masih melekat kuat sebagai bagian dari sejarah dan karakter wilayah Pasar Minggu.

"Melalui Festival Mikul Buah, masyarakat Pasar Minggu berupaya menghidupkan kembali memori sejarah tersebut agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman dan urbanisasi," ujar Meilita.

Menurut dia, festival tersebut bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga wujud pelestarian sejarah, budaya, dan identitas lokal.

Tradisi “Mikul Buah”, menutur Meilita, merupakan simbol penghormatan kepada para petani, pedagang, dan masyarakat terdahulu yang telah membangun Pasar Minggu sebagai pusat perdagangan hasil bumi.

Dalam persiapannya, panitia yang berasal dari unsur masyarakat telah bekerja intensif dan melibatkan berbagai elemen, di antaranya RT, RW, LMK, FKDM, PKK, karang taruna, tokoh masyarakat, serta Pemerintah Kelurahan Pasar Minggu dan para pemangku kepentingan.

Berbagai aspek teknis, mulai dari koordinasi acara, penataan lokasi, tenan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), keamanan, hingga kebersihan terus dimatangkan agar pelaksanaan festival tersebut aman, tertib, dan sukses.

Festival Mikul Buah dilaksanakan pada 27-28 Juni 2026 di Lapangan Ketahanan Pangan Palapa.

Meilita mengungkapkan kegiatan itu akan memecahkan Rekor Original Rekor Indonesia (ORI) dengan menghadirkan Parade Kolosal Mikul Buah yang terdiri 500 peserta dari kalangan masyarakat dan anak-anak sekolah.

Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara sejarah, budaya, ekonomi kreatif, dan partisipasi masyarakat melalui berbagai rangkaian acara, di antaranya Parade Mikul Buah Kolosal, pertunjukan seni budaya Betawi, pameran UMKM, bazar warga, serta kegiatan sosial dan hiburan.  Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.