IHSG Hari Ini Melemah, Pasar Global Tunggu Klasifikasi Pasar dari MSCI
📅 Senin, 22 Jun 2026, 18:53 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah sikap investor yang cenderung “wait and see” mencerminkan meningkatnya ketidakpastian pasar menjelang keputusan klasifikasi dari MSCI.
Kondisi ini membuat pelaku pasar memilih menahan transaksi sambil menunggu kejelasan arah indeks, sehingga likuiditas dan tekanan jual lebih dominan dalam jangka pendek.
Sentimen ini juga diperkuat oleh kehati-hatian investor asing yang biasanya menyesuaikan portofolio berdasarkan hasil evaluasi indeks global.
Ke depan, arah IHSG akan sangat dipengaruhi oleh hasil klasifikasi MSCI serta respons kebijakan dan fundamental domestik yang dapat menjaga kepercayaan pasar.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (22/6) sore, ditutup melemah 60,45 poin atau 0,98 persen ke posisi 6.116,69 seiring investor bersikap wait and see terhadap penetapan market classification (klasifikasi pasar) Indonesia oleh MSCI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,20 poin atau 1,67 persen ke posisi 599,20.
"Pelemahan IHSG terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank sentral, penurunan penilaian aksesibilitas Information Flow Indonesia oleh MSCI, serta penghapusan sejumlah saham domestik dari indeks FTSE Russell," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari dalam negeri, investor bersikap wait and see terhadap pengumuman Annual Market Classification Review oleh MSCI pada Rabu (24/06) pagi waktu Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui pengumuman itu, MSCI akan menetapkan klasifikasi pasar saham Indonesia tetap di Emerging Market atau turun ke Frontier Market.
"(Apabila turun) berpotensi memicu arus keluar modal asing dalam jumlah besar dari pasar keuangan Indonesia," ujar Nico.
Dari mancanegara, bursa kawasan Asia bergerak variatif seiring masih bergulirnya ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran, yang kembali meningkat selama akhir pekan.
Sementara itu, bank sentral China atau People's Bank of China (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman acuan tidak berubah untuk bulan ke-13 berturut-turut, mencerminkan sikap hati-hati di tengah tanda-tanda perlambatan konsumsi rumah tangga dan investasi.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu sektor energi naik 1,47 persen, diikuti oleh sektor teknologi yang naik sebesar 0,18 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!