Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saat Bursa Saham Asia Ceria, IHSG Malah Muram: Isyarat Pasar atau Salah Sinyal?

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 18:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saat Bursa Saham Asia Ceria, IHSG Malah Muram: Isyarat Pasar atau Salah Sinyal? Doc: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S.
Ket. Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/3/2025).

JAKARTA - Pasar saham di dalam negeri bergerak melemah atau berlawanan dengab pergerakan bursa di kawasan Asia yang justru menguat. 

Pasar justru merespons negatif hasil perkembangan dari negosiasi tarif antara dua negara ekonomi terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/6) sore, ditutup melemah di tengah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok telah mendekati kesepakatan perdagangan.

IHSG ditutup melemah 8,28 poin atau 0,11 persen ke posisi 7.222,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,33 poin atau 0,29 persen ke posisi 810,47.

"Bursa regional Asia menguat seiring pelaku pasar merespon Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang mencapai konsensus untuk merealisasikan kesepakatan meredakan perang dagang," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Negosiator dari AS dan Tiongkok menghasilkan kesepakatan kerangka kerja, yang ditujukan untuk mengimplementasikan konsensus Jenewa, dan memajukan komitmen yang dibuat selama panggilan presiden baru-baru ini.

Berdasarkan kerangka kerja itu, Tiongkok diharapkan akan melonggarkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang dan magnet, sementara AS mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan ekspor teknologi canggih ke Tiongkok.

Sementara itu, kedua negara akan meminta persetujuan akhir dari pemimpin masing-masing sebelum melanjutkan, yang mana kesepakatan itu telah meningkatkan harapan di kalangan investor bahwa akan dapat membantu meredakan perang dagang yang sedang berlangsung antara ekonomi-ekonomi terkemuka dunia.

Dari dalam negeri, pelaku pasar khawatir pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia memberikan gambaran bagaimana ekonomi Indonesia dalam kurun waktu dua tahun ke depan akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonominya

Bank Dunia dalam global economic prospect Juni 2025 mengungkapkan bahwa diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 dan 2026 di bawah 5 persen.

Bank Dunia memproyeksikan tahun 2025 ekonomi Indonesia tumbuh 4,7 persen dan di level 4,8 persen pada 2026, terdampak gejolak ketegangan dagang yang dipicu oleh perang tarif tinggi maupun ketidakpastian kebijakan pemerintah dunia saat ini telah menyebabkan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, ekonomi nasional akan menghadapi tantangan dalam mencapai target pertumbuhan.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 1,69 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor properti yang masing- masing naik sebesar 1,53 persen dan 0,96 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.