Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS-Tiongkok Bahas Perpanjangan Gencatan Dagang di London

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 02:00 WIB | Oleh:
AS-Tiongkok Bahas Perpanjangan Gencatan Dagang di London Doc: afp
Ket. Sumber: China’s General Administration of Customs/kj/ones/and

WASHINGTON DC - Presiden Donald Trump  pada pekan lalu, mengumumkan bahwa setelah serangkaian pembicaraan di Jenewa bulan Mei, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok akan duduk di meja perundingan di London pada hari Senin (9/6) untuk mencoba mempertahankan gencatan senjata yang rapuh dalam perdagangan, meskipun ketegangan dagang masih membara.

Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer akan memimpin delegasi AS, sedangkan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng yang memimpin tim negosiasi Beijing di Jenewa juga akan memimpin tim di London.

"Pertemuan itu seharusnya berjalan dengan sangat baik," kata Trump dalam sebuah posting di platform Truth Social miliknya.

Sekretaris persnya, Karoline Leavitt, mengatakan kepada Fox News pada hari Minggu (8/6): "Kami ingin Tiongkok dan Amerika Serikat terus melangkah maju dengan perjanjian yang disepakati di Jenewa."

Sementara pemerintah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menegaskan kembali bahwa mereka tidak terlibat dalam isi diskusi dengan cara apa pun.

"Kami adalah negara yang menjunjung tinggi perdagangan bebas," kata seorang juru bicaranya. 

"Pihak berwenang Inggris selalu menegaskan bahwa perang dagang tidak menguntungkan siapa pun, jadi kami menyambut baik pembicaraan ini," tambah juru bicara tersebut.

Pembicaraan di London itu terjadi hanya beberapa hari setelah Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akhirnya mengadakan pembicaraan telepon pertama yang diumumkan ke publik sejak tokoh Republik itu kembali ke Gedung Putih.

Trump mengatakan panggilan telepon tersebut, yang dilakukan pada hari Kamis, telah mencapai "kesimpulan yang sangat positif."

Xi dikutip oleh kantor berita pemerintah Xinhua mengatakan bahwa "mengoreksi arah hubungan Tiongkok-AS mengharuskan kita untuk mengarahkan dengan baik dan menentukan arahnya."

Seruan itu muncul setelah ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia meningkat, dengan Trump menuduh Beijing melanggar kesepakatan de-eskalasi tarif yang dicapai di Jenewa pada pertengahan Mei.

"Kita perlu Tiongkok mematuhi kesepakatan mereka. Itulah yang akan dibahas tim perdagangan besok," kata Leavitt, Minggu.

Pada bulan April, Trump memberlakukan tarif menyeluruh di seluruh dunia yang paling banyak menargetkan Tiongkok.

Pada satu titik, AS menyerang Tiongkok dengan tarif tambahan sebesar 145 persen atas barang-barangnya karena kedua belah pihak terlibat dalam eskalasi yang saling berbalas. Tindakan balasan Tiongkok atas barang-barang AS mencapai 125 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pejabat Nge-gim Saat Jam Kerja Sangat Tidak Pantas

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pejabat Nge-gim Saat Jam Ke...

Harga Cabai Rawit Rp73.500/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.500/...
Megapolitan
Pemkot Jakarta Timur Perbai...
Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Do...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.