Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pulau Penyengat Bisa Menjadi Simbol Kebesaran Budaya dan Pemikiran Melayu

25 Senin, 09 Jun 2025, 15:40 WIB | Oleh:
Pulau Penyengat Bisa Menjadi Simbol Kebesaran Budaya dan Pemikiran Melayu Pulau Penyengat Bisa Menjadi Simbol Kebesaran Budaya dan Pemikiran Melayu Doc: ist
Ket. Pulau Penyengat

JAKARTA – Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bisa dikembangkan menjadi simbol penting kebesaran budaya dan pemikiran Melayu dalam sejarah Indonesia. 

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamudin, menilai Pulau Penyengat adalah titik awal lahirnya banyak pemikiran besar para tokoh bangsa. Pulau ini dianggap sebagai tempat kelahiran bahasa Melayu, yang kemudian menjadi dasar bagi bahasa Indonesia, bahasa persatuan di tanah air.

"Dari sini, kita belajar bahwa kemajuan bangsa harus berakar pada identitas dan peradaban lokal,” kata Sultan Bachtiar usai berkunjung ke Pulau Penyengat, Senin.

Ia menyampaikan bahwa DPD RI siap mendorong kebijakan nasional yang mendukung pelestarian dan pengembangan kawasan bersejarah seperti Pulau Penyengat.

“Kami berkomitmen memastikan daerah-daerah dengan warisan sejarah seperti ini mendapatkan perhatian dan dukungan, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan pelestarian budaya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut kunjungan ke Penyengat merupakan bentuk nyata dukungan pimpinan DPD terhadap nilai-nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Kepri.

Menurutnya kunjungan tersebut membangkitkan semangat kami untuk terus menjaga warisan sejarah dan budaya Melayu yang menjadi kebanggaan Kepri.

"Apalagi, tiga tokoh yang dimakamkan di sini telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Ini adalah kehormatan besar bagi daerah kami,” ucap Ansar Ahmad.

Dalam kunjungan ke Pulau Penyengat, Ketua DPD didampingi Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung didampingi Gubernur Ansar Ahmad menapaki jejak sejarah dan budaya Melayu di pulau bersejarah tersebut.

Mengawali kunjungan, rombongan melaksanakan salat berjamaah di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. Masjid bersejarah ini dikenal luas sebagai pusat spiritual dan intelektual Kerajaan Riau-Lingga yang juga menjadi simbol peradaban Melayu.

Setelah itu, rombongan melanjutkan ziarah ke Kompleks Makam Pahlawan Nasional Raja Haji Fisabilillah, lalu ke Makam Engku Puteri Raja Hamidah, dan Makam Pahlawan Nasional Raja Ali Haji.

Dari ketiga lokasi ini, Ketua DPD dan Gubernur Ansar Ahmad turut memanjatkan doa bagi arwah para tokoh bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Jadi Tuan Rumah, Depok Pede...
Rona
Syuting Miami Vice '85, Mic...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.