Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Selamat Tinggal GPS Amerika, Setelah 20 Tahun Sistem BeiDou Tiongkok Kini Dipakai 140 Negara

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 18:34 WIB | Oleh:

Ini berfungsi sebagai senjata diplomatik?
Bisa jadi… BeiDou telah menjadi instrumen kebijakan luar negeri. Kini, Amerika Serikat tidak dapat lagi memutus akses Tiongkok ke sistem navigasi satelit, sesuatu yang dulunya merupakan kartu kuat di saat krisis diplomatik. Ini merupakan respons yang baik dari pihak Tiongkok, bukan?

Dan yang terbaik adalah bahwa Tiongkok tidak berniat berhenti di sini! Apa lagi sekarang? BeiDou hanyalah awal dari ekspansi global yang mencakup kecerdasan buatan, jaringan komunikasi, dan energi hijau. Dengan setiap langkah yang diambilnya, Tiongkok tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga dalam pengaruh politik dan diplomatiknya. Apa yang akan terjadi selanjutnya di masa depan?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Pasang Badan Tola...

Wonosobo Andalkan Dieng Caldera Race untuk Promosi Wisata

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Wonosobo Andalkan Dieng Cal...

Cermati Bahaya Tekanan Darah Tinggi dalam Waktu ke Depan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cermati Bahaya Tekanan Dara...

Ada yang Tahu Jumlah Cagar Budaya Secara Nasional?

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Ada yang Tahu Jumlah Cagar ...

Suara Rakyat Tetap Jadi Landasan Jakarta Membangun

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Suara Rakyat Tetap Jadi Lan...

50 Duta Besar Hadiri Jakarta Twilight Soiree  

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
50 Duta Besar Hadiri Jakart...
Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.