Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Garebeg Besar 2025: Tradisi Nyadhong Dihidupkan Kembali, Gunungan Simbol Berkah Raja Dibagikan

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Garebeg Besar 2025: Tradisi Nyadhong Dihidupkan Kembali, Gunungan Simbol Berkah Raja Dibagikan Doc: Dok. Istimewa

YOGYAKARTA — Prosesi adat Garebeg Besar kembali digelar oleh Keraton Yogyakarta dalam rangka Hajad Dalem memperingati Hari Raya Iduladha Tahun Je 1958/2025. Sebanyak enam gunungan diarak sebagai lambang berkah dari raja kepada rakyat. Tahun ini, prosesi diwarnai dengan dihidupkannya kembali tradisi nyadhong atau penjemputan gunungan oleh pihak Kepatihan, sesuai tradisi masa Sri Sultan Hamengku Buwono VII.

Pelaksana harian Sekretaris Daerah (Plh. Sekda) DIY, Tri Saktiyana, menjemput langsung ubarampe gunungan dari Keraton, dikawal oleh Bregada Bugis dan diiringi 150 pareden. Gunungan tersebut kemudian diserahkan kepada Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial, Budaya, dan Kemasyarakatan, Didik Wardaya, untuk dibagikan secara tertib kepada para abdi dalem kaprajan di lingkungan Pemda DIY.

“Kalau dulu kita menunggu dikirimi, sekarang kita nyadhong, menjemput langsung. Ini makna simbolisnya birokrasi bersifat melayani secara aktif kepada masyarakat,” ujar Tri Saktiyana. Ia menjelaskan bahwa Sekda DIY dalam prosesi ini bertindak sebagai Pepatih Dalem, melambangkan keterlibatan langsung pemerintah dalam pelestarian budaya dan penguatan simbolik hubungan dengan Keraton.

Prosesi dimulai dari Bangsal Pancaniti menuju Masjid Gedhe Kauman, lalu dilanjutkan ke Kompleks Kepatihan. Doa bersama digelar di Masjid Gedhe sebelum pembagian gunungan dilakukan secara tertib kepada perangkat keprajan.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyebut prosesi nyadhong ini adalah bagian dari rekonstruksi pranatan adat, meniru peran Patih Danurejo di masa lalu. “Ke depan, diharapkan kepala daerah juga ikut menjemput gunungan sebagai simbol hubungan erat antara raja dan pamong praja,” katanya.

Ketua Pelaksana Garebeg Besar 2025, KRT Kusumanegara, menambahkan bahwa prosesi tahun ini juga menghadirkan kembali Prajurit Putri Langenastra yang menari tayungan menuruni Sitihinggil saat lampah macak. Tarian sakral itu menambah kekhidmatan kirab dan menjadi bagian dari upaya menghidupkan tata cara luhur.

Gunungan tidak hanya dibagikan di Kepatihan, tetapi juga di Masjid Gedhe Kauman, Ndalem Mangkubumen, dan Pura Pakualaman, dengan kawalan prajurit Dragunder dan Plangkir. Kirab tahun ini mengambil rute dari Regol Brajanala – Sitihinggil Lor – Pagelaran – lalu ke barat menuju Masjid Gedhe, tanpa melintasi Alun-Alun Utara.

Revitalisasi prosesi Garebeg Besar tahun ini menjadi penanda kuatnya sinergi antara rakyat, pemerintah, dan Keraton dalam merawat warisan budaya adiluhung Yogyakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.