Peci Sukarman: Barang Paling Diburu Jamaah Masjid Istiqlal
📅 Jumat, 06 Jun 2025, 14:00 WIB | Oleh: Tim PenulisHari raya kurban tahun ini sepertinya jadi keberuntungan Sukarman. Meski baru pertama kali meniagakan peci tapi dalam waktu singkat dimana matahari belum berdiri di atas kepala, sebanyak 70 peci sudah berhasil terjual. Artinya, sekitar Rp3,5 juta sudah ia kantongi.
Kepribadian dari sosok Sukarman ini patut untuk dipedomani sebab, ia tidak menganggap cuan yang didapatkan itu sebagai keuntungan pribadi, walaupun memang peci-peci itu dibuat dengan modalnya sendiri.
“Yang penting cukup untuk modal lagi, dan ada yang bisa saya sisihkan sebagian untuk kas masjid,” ujarnya penuh keikhlasan.
Melayani jamaah bukan sekadar soal berdagang bagi Sukarman. Di tengah kesibukannya, ia juga menjadi tempat bertanya bagi banyak jamaah di Istiqlal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Entah itu jamaah laki-laki maupun perempuan kerap menghampirinya untuk sekadar menanyakan lokasi toilet, ruang wudhu, penitipan barang hingga tempat istirahat lansia.
Hal ini cukup lumrah mengingat Masjid Istiqlal
di bangunan dengan luas hampir 10 hektare hingga dapat menampung lebih dari 200 ribu jamaah. Dari sini kehadiran sosok seperti Sukarman menjadi sangat berarti.
Akbar Jusuf, seorang jamaah asal Kota Depok, Jawa Barat mengaku dirinya lupa membawa peci kesukaannya karena berangkat terburu-buru demi mengejar waktu shalat subuh berjamaah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Alumnus Universitas Islam Indonesia ini merasa kurang percaya diri jika tidak mengenakan peci hitam. Oleh sebab itu tanpa ragu sesampainya di Istiqlal, ia langsung membeli peci dari lapak Sukarman.
“Memang sunnah dan rasanya belum afdal kalau Shalat Idul Adha tanpa peci. Semua orang disini memakai peci, memakai penutup kepala dianggap sebagai bentuk etika dan kehormatan dalam Islam,” katanya.
Lilies, ibu rumah tangga dari Pekanbaru, Riau, bahkan memborong lima peci sekaligus untuk suami dan anak-anaknya. “Bordirnya bagus, ada gambar masjidnya. Bisa jadi kenang-kenangan yang bermakna,” tuturnya.
Mayoritas jamaah pria di Istiqlal pagi itu memang tampak mengenakan peci dengan ragam motif dan warna. Dari warga biasa hingga pejabat tinggi negara, peci menjadi bagian dari seragam spiritual mereka.
Presiden RI Prabowo Subianto yang ikut shalat Idul Adha juga mengenakan peci hitam bersama sejumlah pejabat negara lainnya seperti Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang duduk persis di sebelah Presiden.
Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal tahun ini diikuti sekitar 100 ribu hingga 150 ribu jamaah, sebagaimana dilaporkan panitia penyelenggara. Antrean panjang jamaah sudah terlihat sejak sebelum waktu shalat subuh, terutama di Gerbang Al-Fattah yang dilangsungkan pemeriksaan ketat oleh Paspampres.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!