Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peci Sukarman: Barang Paling Diburu Jamaah Masjid Istiqlal

📅 Jumat, 06 Jun 2025, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peci Sukarman: Barang Paling Diburu Jamaah Masjid Istiqlal Doc: Antara Foto
Ket. Peci Sukarman menjadi pilihan favorit jamaah Masjid Istiqlal.

Sejak fajar menyingsing pada Jumat (6/6), ribuan jamaah dari berbagai penjuru memadati Masjid Istiqlal di Kelurahan Pasar Baru, Jakarta, untuk mengikuti rangkaian ibadah Idul Adha 1446 Hijriah.

Udara pagi terasa sejuk, tapi ramai oleh derap langkah dan suara takbir dari pengeras suara. Aroma nasi goreng dan kopi sachet hangat bercampur di udara. Sementara itu, cahaya lampu masjid memantul pada marmer kecoklatan, menerangi wajah-wajah yang berseri menyambut hari raya.

Di tengah kerumunan itu, selain makanan dan minuman, satu barang yang paling dicari adalah peci. Peci bukan sekadar pelengkap pakaian bagi jamaah laki-laki yang ingin menjalankan shalat Idul Adha dengan sempurna, melainkan juga simbol kesalehan.

Namun peci kerap dilupakan oleh jamaah pria saat hendak beribadah di masjid. Momentum inilah yang dimanfaatkan secara jitu oleh Sukarman sebagai peluang bisnis.

Sukarman bukan hanya pedagang biasa. Pria murah senyum yang berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini adalah bagian dari pengurus Masjid Istiqlal dan sudah tinggal beberapa tahun terakhir di kompleks masjid terbesar se-Asia Tenggara itu.

Sebagai orang yang sehari-hari berada di lingkungan masjid, Sukarman jeli membaca pola keramaian. Ia menyadari bahwa hari besar keagamaan seperti Idul Adha adalah momen langka yang mendatangkan puluhan ribu jamaah. Dari sanalah ia menangkap peluang bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tapi juga sesuai dengan semangat pelayanannya.

“Ya beginilah kadang ada jamaah datang buru-buru, lupa bawa peci. Saya bantu sediakan, sambil tetap melayani,” ujarnya.

Lapak Sukarman terletak di selasar lantai dua aula utama, tepat di sisi kanan tangga gerbang Al-Fattah Istiqlal yang menghadap langsung ke Gereja Katedral. Lokasi itu sangat strategis karena menjadi jalur utama masuk jamaah sejak pukul 04.00 WIB pagi. Dari sana, ia melayani para pembeli yang datang dengan tujuan beribadah sekaligus membawa pulang kenangan.

Peci yang dijual Sukarman pun dapat dikatakan bukan peci biasa. Terbuat dari bahan bludru hitam, dihiasi bordir benang emas bergambar Masjid Istiqlal dan tulisan huruf hijaiyah.

Ukurannya pun bervariasi, mulai dari lingkar kepala kecik dinomor 4 sampai dengan 12 (62 sentimeter) semua disediakan. Harga yang dipatok pun terjangkau, Rp50.000 per buah dan dengan sistem pembayaran fleksibel, karena selain tunai juga ia menerima transfer dari dompet digital melalui QRIS.

Jamaah tampak menyerbu meja lapak peci Sukarman yang cuma ada satu-satunya, membuat suasana pagi itu seperti pasar kecil di tengah rumah ibadah. Dengan cekatan, ia melayani satu per satu pembeli, sambil tetap menjaga senyum ramah.

Belum genap satu jam lapak dibuka, tiga kardus peci ludes terjual, masing-masing berisi sepuluh buah.

Saat azan subuh berkumandang dan imam memanggil jamaah untuk shalat berjamaah, Sukarman menutup lapaknya sejenak. Ia ikut menunaikan shalat, menyatu dalam lautan manusia yang memenuhi aula utama Masjid Istiqlal.

Ia baru kembali membuka lapaknya di tempat yang sama, setelah semua rangkaian shalat fardu subuh disusul shalat sunnah Idul Adha dan khutbah pagi itu berakhir, yang baru selesai pada pukul 08.15 WIB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.