Lebaran Idul Adha: Hewan Kurban di Bekasi Turun Drastis
📅 Rabu, 04 Jun 2025, 22:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Kabupaten Bekasi - Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mencatat jumlah hewan kurban yang diperjualbelikan di daerah itu pada tahun 1446 H ini turun 18 persen dibandingkan tahun 1445 H berdasarkan hasil observasi lapangan.
"Terdapat penurunan sekitar 18 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 31.256 ekor," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Dwian Wahyudiharto di Cikarang, Rabu (4/6).
Ia mengatakan sebanyak 25.516 ekor hewan kurban terdiri atas sapi, kambing dan domba diperjualbelikan di Kabupaten Bekasi menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Dwian menyebutkan penurunan jumlah hewan kurban tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kondisi ekonomi masyarakat hingga kenaikan harga pakan.
"Faktor lain adalah biaya operasional hewan kurban serta persyaratan lalu lintas hewan yang lebih ketat," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim pemeriksa kesehatan hewan kurban Kabupaten Bekasi hingga kini telah melaksanakan pemeriksaan terhadap 362 titik penjualan dari total target 400 lokasi pada periode kurban tahun ini.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, 29 ekor hewan dinyatakan tidak layak sebagai hewan kurban karena tidak memenuhi syarat secara kesehatan maupun syariat.
Kemudian 63 ekor hewan lain ditemukan menunjukkan gejala penyakit seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), orf, mata merah akibat iritasi, bulu rontok dan kusam hingga stres akibat transportasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hewan-hewan tersebut telah disarankan untuk tidak dijual sebagai hewan kurban, serta diberikan penanganan melalui pemberian pengobatan berupa multivitamin.
"Kami terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan hewan-hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit zoonosis dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban sesuai ketentuan," ucapnya.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban terus dilanjutkan hingga H+3 setelah Idul Adha sehingga tidak hanya mencakup pemeriksaan ante mortem melainkan juga post mortem atau setelah pemotongan.
"Petugas juga akan memeriksa organ-organ penting seperti hati, paru dan limpa, termasuk deteksi penyakit seperti cacing hati," katanya.
Pihaknya juga memberikan edukasi kepada para pedagang dan pembeli melalui penyuluhan langsung serta pemasangan spanduk memuat kriteria hewan kurban yang sehat dengan harapan dapat membantu masyarakat untuk lebih memahami cara memilih hewan kurban sesuai syariat Islam.
"Kami ingin memastikan hewan yang dikurbankan memenuhi syariat Islam dan masyarakat semakin cerdas dalam memilih hewan kurban yang sehat," ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!