Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tangkuban Parahu Alami Peningkatan Aktivitas Gempa Sampai 134 Kali

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 19:46 WIB | Oleh:
Tangkuban Parahu Alami Peningkatan Aktivitas Gempa Sampai 134 Kali Doc: ANTARA/HO Badan Geologi
Ket. Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu.

BANDUNG - Gunung Tangkuban Parahu di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang, masih mengalami peningkatan aktivitas berupa gempa hembusan antara 21-37 kejadian dan gempa frekuensi rendah mencapai 134 kejadian.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhamad Wafid di Bandung, Selasa (3/6), mengatakan data tersebut didapatkan dari rekaman kegempaan pada 30 Mei hingga 2 Juni 2025, dengan hasil pemantauan deformasi lewat metode Electronic Distance Measurement (EDM) dan Global Navigation Satellite System (GNSS) juga menunjukkan pola inflasi atau terjadi peningkatan tekanan pada tubuh gunung.

Wafid menerangkan dengan curah hujan saat ini di sekitar Tangkuban Parahu yang tinggi, ditambah sifat dari gunung ini dengan gempa frekuensi rendahnya, kemungkinan akan ada perambatan panas magma melewati batuan atau material vulkanik penyusun tubuh gunung api, dan akan memanasi sistem air tanah di dalam tubuh gunung api.

"Pada kondisi tersebut air dapat mengalami pemanasan yang ekstrem (super heating), menghasilkan uap dengan tekanan sangat tinggi, dan akhirnya terjadi erupsi freatik," kata Wafid.

Gempa berfrekuensi rendah ini mengindikasikan aktivitas pergerakan fluida di kedalaman dangkal atau dekat permukaan dan peningkatannya berkorelasi dengan peningkatan intensitas hembusan gas yang dapat terjadi karena perubahan (akumulasi) tekanan di kedalaman dangkal. Akan tetapi, indikasi akumulasi tekanan dari magma dalam belum teramati.

"Namun demikian, hingga saat ini tingkat aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu masih berada pada Level I (Normal), ditandai dengan aktivitas hembusan asap dari Kawah Ratu berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, dengan ketinggian 5-120 m di atas dasar kawah," ujarnya.

Meski normal, Badan Geologi mengingatkan ada potensi bahaya berupa erupsi freatik, yakni yang terjadi tanpa ada peningkatan gejala vulkanik yang signifikan, dan jika terjadi dapat disertai hujan abu dan lontaran material di sekitar kawah.

Sehingga, masyarakat dan pengunjung Tangkuban Parahu diminta tidak mendekat ke dasar kawah, tidak berlama-lama dan tidak menginap di area kawasan kawah-kawah aktif di sana.

Kemudian, segera meninggalkan area sekitar kawah jika teramati peningkatan intensitas/ketebalan asap kawah dan/atau jika tercium bau gas yang menyengat guna menghindari potensi bahaya paparan gas beracun maupun erupsi freatik.

"Masyarakat sekitar Tangkuban Parahu diharapkan tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Jangan terpancing oleh isu-isu mengenai erupsi, serta selalu ikuti perkembangan dan arahan terkait aktivitas gunung dari sumber resmi," ujar dia.

Evaluasi tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu, kata Wafid, akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan.

Pemda, BPBD provinsi dan kabupaten juga diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung api Tangkuban Parahu di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung guna mengantisipasi segala kemungkinan.

Tangkuban Parahu memiliki sembilan kawah, dengan dua yang utama berada di area puncak, yakni Kawah Upas dan Kawah Ratu yang sering menjadi asal dari letusan freatik.

Aktivitas erupsi terakhir pada gunung yang sering dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri ini, terjadi pada tahun 2019 dengan diawali erupsi freatik dari Kawah Ratu pada tanggal 26 Juli pukul 15:48 WIB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.