Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lomba Olahan Tempe Tingkat SMK di Buleleng Bali 

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 21:45 WIB | Oleh:
Lomba Olahan Tempe Tingkat SMK di Buleleng Bali  Doc: Antara
Ket. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat meninjau lomba olahan tempe di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (3/5/2025).

Buleleng - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) setempat menggelar lomba kreasi olahan tempe tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2025.

"Banyak yang menganggap konsumsi tempe itu dilakukan masyarakat menengah ke bawah. Padahal dari segi kualitas proteinnya, tempe itu sangat bagus," kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat membuka secara resmi lomba olahan tempe di Buleleng, Selasa.

Menurut dia, ajang tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya strategis untuk mengangkat nilai gizi tinggi tempe sebagai sumber protein nabati lokal dan mendorong diversifikasi pangan.

Sutjidra mengakui tantangan ketersediaan bahan baku kedelai yang masih sulit dan mahal, yang sempat memukul industri tempe. Namun Pemkab Buleleng akan terus mendorong produksi kedelai lokal.

"Kami ke depan berupaya kedelai sumbernya dari lokal. Kita punya lahan untuk memproduksinya," ujar Sutjidra.

Ia juga menyoroti upaya diversifikasi pangan yang tidak hanya bergantung pada beras melalui budi daya jagung hibrida varietas Goak Poleng yang tengah menunggu panen. Ada juga olahan nasi jagung dari Dinas Pertanian.

"Nanti juga ada nasi dari ketela. Olahan tempe ini bermacam-macam, kita bisa variatif mencari sumber pangan pengganti beras. Ini merupakan salah satu alasan pentingnya kemandirian pangan," kata Sutjidra.

Lomba yang diikuti pelajar SMK se-Buleleng ini menitikberatkan pada kreativitas mengolah tempe tanpa menghilangkan jati rasanya.

Ketua Dewan Juri yang juga Ketua Badan Pengurus Cabang Indonesia Chef Association (BPC ICA) Buleleng Made Setiawan memaparkan kriteria penilaian yang ketat.

"Yang utama adalah tingkat kesulitan pengolahannya. Biasanya tempe digoreng biasa tidak ada kesulitannya. Kami nilai bagaimana mereka mengolah, misal jadi steak, tanpa kehilangan rasa tempe aslinya," ujar Setiawan.

Kriteria penilaian lainnya meliputi hasil akhir (rasa dan tekstur), perspektif penyajian, serta pendamping (sayur dan karbohidrat) dan minuman yang dipasangkan (pairing).

Kombinasi hidangan pendamping dan minuman sangat penting, karena olahan tempe dengan minuman tradisional yang pas akan dapat nilai plus, termasuk kekompakan tim dan hiasan (plating).

"Saya berharap lomba ini bisa mengedukasi generasi milenial bahwa tempe, meski sering dianggap makanan murah, memiliki kandungan gizi  yang sangat tinggi," kata Setiawan.

Lomba Olahan Tempe Tingkat SMK ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Buleleng dalam melestarikan kearifan lokal, meningkatkan apresiasi terhadap pangan lokal bernutrisi tinggi, sekaligus membina kreativitas generasi muda di bidang kuliner.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Daerah
Penyekatan Diperkuat Agar K...
Nasional
Panglima TNI Hadiri Pelanti...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.