Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Morotai Dorong Wisata dengan Bangun “City Branding” Wilayah Berbasis Sejarah Perang Dunia II

📅 Kamis, 29 Mei 2025, 07:18 WIB | Oleh:
Morotai Dorong Wisata dengan Bangun “City Branding” Wilayah Berbasis Sejarah Perang Dunia II Doc: antara foto
Ket. Museum Perang Dunia II di Morotai.

TERNATE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara membangun city branding atau penjenamaan wilayah berbasis potensi sejarah Perang Dunia II sebagai daya tarikpariwisata.

"Salah satu daya tarik Morotai yakni sejarah Perang Dunia II, Morotai dijadikan basis sekutu dalam pertarungan melawan tentara Jepang pada1944," kata Bupati Pulau Morotai Rusli Sibuadidampingi Wakil Bupati,Rio C. Pawane dan para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dihubungi dari Ternate, Kamis (29/5).

Menurut diadalam membangun penjenamaan wilayah Morotai sejarah Perang Dunia IImemikat daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengunjungi wilayah di bibir Pasifik ini.

Sejalan dengan ituKantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Maluku Utara (Malut) jugamendorong upaya Pemerintah Kabupaten Pulau Morotaimembangun penjenamaanwilayah berbasis potensi dan sejarah.

Kepala Kanwil Kemenkum Malut Budi Argap Situngkirmenyatakan Morotai memiliki potensi yang besar guna membangun daerah melalui pelindungan kekayaan intelektual (KI).

Salah satunya membangun penjenamaandaerah berbasis sejarah, mengingat Morotai merupakan wilayah strategis bagi Jepang dan Sekutu Amerika saat Perang Dunia II.

"City branding tersebut nantinya menjadi merek yang didaftarkan pada pangkalan data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum," kata dia.

Kanwil Kemenkum Malut juga akan membantu Pemkab Morotai dalam pendampingan pendaftaran merek tersebut. Seperti halnya penjenamaanTernate Kota Rempah yang dibangun Pemkot Ternate.

Budijuga menerangkan ragam potensi Kekayaan Intelektualkomunal yang telah dimiliki Morotai, di antaranyaekspresi budaya berupa tarian tokuwela, gala, dana-dana, tide-tide, pengetahuan tradisional berupa pembuatan besi putih, halua kacang, nasi jaha, kue waji.

Kemudian indikasi geografis kelapa bido, anggrek wayabula, kasbi moro juanga, kacang tanah putih pandanga, padi pulo daare dan ragam potensi KI personal lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Kepolisian Resor Kotawaringin Barat Akan Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.