Brand Lokal Intresse, Satukan Estetika Budaya Indonesia dengan Desain Modern
📅 Kamis, 29 Mei 2025, 15:55 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Industri fashion di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang dinamis, hal ini ditandai dengan semakin tingginya pertumbuhan merek lokal. Kelebihan jenama anak negeri adalah mampu menjawab beragam preferensi gaya masyarakat, serta koleksi yang lebih inklusif dan relevan.
Salah satu segmen yang menunjukkan geliat signifikan adalah modest wear, gaya berpakaian sopan tetapi juga modern dan stylish. Pertumbuhan ini turut didorong oleh inovasi kreatif serta pemanfaatan ekosistem digital seperti Shopee, yang membuka peluang besar bagi brand lokal untuk berkembang.
Di tengah lanskap yang kompetitif, sejumlah jenama lokal berhasil menonjol berkat identitas kuat dan konsistensi kualitas. Salah satunya adalah Intresse, merek modest wear yang memadukan warisan etnik Nusantara dengan sentuhan modern.
Didirikan oleh Fanny Kurniawan pada tahun 2001, Intresse kini konsisten menghadirkan busana modest untuk pria dan wanita, baik untuk keseharian maupun momen spesial, dengan visi menjadi pilihan utama di industri modest fashion Indonesia.
Meneruskan semangat sang ibu dalam mengembangkan dan memperkuat eksistensi Intresse, Susanne Melvina, putri dari Fanny Kurniawan yang kini menjabat sebagai Direktur Operasional Intresse di usianya yang masih 28 tahun, menegaskan komitmennya terhadap visinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di Intresse, kami selalu berupaya memperkuat posisi sebagai brand modest wear terkemuka di Indonesia melalui kualitas, kreativitas, inovasi, serta sentuhan eksklusif dalam setiap koleksi yang kami hadirkan. Kami memodernisasi budaya Indonesia dengan memanfaatkan teknologi tekstil, guna menghadirkan desain yang relevan, menggunakan material berkualitas tinggi serta desain yang bisa digunakan untuk occasion apapun,” ungkapnya.
Melalui setiap koleksinya, Intresse terus menunjukkan bahwa nilai estetika budaya Indonesia dapat menyatu harmonis dengan desain yang modern. Komitmen terhadap kualitas tercermin dari pemilihan material premium seperti katun, rayon, linen, hingga katun bambu yang ramah lingkungan.
Bahan-bahan ini tidak hanya nyaman dipakai, tetapi juga tahan lama, tidak mudah menciut atau kusut setelah dicuci. Keunikan produk Intresse juga terletak pada teknik produksinya, serta bahan yang digunakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seluruh koleksi dibuat secara eksklusif dari kain tenun, tanpa menggunakan metode printing, memberikan sentuhan autentik dan tekstur khas pada setiap busana. Desainnya pun dikurasi dengan cermat, menampilkan kekayaan budaya lokal seperti dalam koleksi "Pesona Timur" yang terinspirasi dari keindahan motif bordir khas Indonesia Timur.
Dari Majalaya ke Etalase Nasional
Kisah Intresse bermula sebagai pabrik tekstil keluarga di Majalaya, Jawa Barat. Berdiri sejak 1980 sebagai PT Nagamas Kurnia Sejahtera, pabrik ini bukan pabrik textile biasa, melainkan spesialis tenun dan pemrosesan kain untuk berbagai brand besar lokal lainnya. Selama bertahun-tahun, keluarga Kurniawan menjalankan peran sebagai pemasok di balik layar industri fashion Tanah Air dengan menjual bahan kain premium ke label lain.
Namun semua mulai berubah ketika sang pendiri, Fanny Kurniawan, mendapat ‘hibah’ tak terduga yakni setumpuk stok baju pria dari adiknya yang sempat memulai produksi kecil-kecilan. Alih-alih membiarkan barang-barang itu menumpuk, Fanny melihat peluang bisnis di tahun 2001.
Ia mulai memasarkan koleksi tersebut ke pameran, toko daerah, hingga department store Yogya dan Pasaraya Blok M. Bermula dari celana panjang, kaos, hingga kemeja pria kasual, Intresse mulai tumbuh sebagai brand sendiri.
Strategi awal Intresse dalam mengembangkan brand masih fokus pada penguatan merek di pasar offline dengan koleksi yang juga terbatas. Namun, transformasi signifikan terjadi pada 2012 ketika Intresse untuk pertama kalinya tampil di runway melalui ajang Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat dan mulai serius menggarap lini fashion yang mengedepankan identitas budaya lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!