Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Banten Dorong Konektivitas Pertanian melalui Jalan Usaha Tani

📅 Rabu, 28 Mei 2025, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Banten Dorong Konektivitas Pertanian melalui Jalan Usaha Tani Doc: Antara
Ket. Gubernur Banten Andra Soni meninjau calon lokasi JUT di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Senin (26/5).

Serang - Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam mendorong dan memperkuat konektivitas pertanian melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang menjadi bagian dari Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). 

“Pemerintah hadir untuk memberikan solusi terhadap keluhan para petani. Sesuai dengan apa yang telah kami canangkan agar terjadi konektivitas antar wilayah dan sumber pangan daerah,” ujar Andra Soni dalam keterangannya di Kota Serang, Selasa (27/5).

Hal ini disampaikan saat meninjau calon lokasi JUT di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Senin (26/5).

Ia menekankan pentingnya JUT untuk memperlancar akses menuju sentra produksi pertanian dan mempercepat distribusi hasil panen. JUT di Wanasalam akan menghubungkan tiga desa, yakni Cisarap, Parung Panjang, dan Cipedang, dengan total panjang 7,05 kilometer dan mencakup 1.147 hektare lahan pertanian.

“Program JUT untuk desa yang masuk ke persawahan atau sentra produksi pertanian. Kendaraan yang melintas juga akan kita batasi, khusus untuk pengangkut pertanian saja,” kata dia.

Andra menyebut Wanasalam merupakan salah satu lumbung padi terbesar di Banten yang menyuplai kebutuhan pangan nasional, sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang layak dan efisien.

Untuk mempercepat realisasi, Gubernur mengaku tengah berkoordinasi dengan DPRD agar alokasi anggaran JUT dapat dimasukkan dalam Perubahan APBD 2025.

“Dengan langkah ini, kami ingin masyarakat, terutama petani, segera merasakan manfaat dari konektivitas yang lebih baik,” ujar dia menegaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid menjelaskan bahwa JUT akan memudahkan transportasi alat dan hasil pertanian, serta mengefisienkan proses produksi hingga distribusi ke pasar.

“Dengan JUT ini juga akan terbangun konektivitas yang baik. Terjadi efisiensi di usaha petani,” kata Agus.

Pemerintah Provinsi Banten optimistis Program JUT mampu menjadi solusi konkret terhadap persoalan akses lahan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah dari tingkat desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.