Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Klaim BPS Semu Tentang 3,59 Juta Angkatan Kerja Terserap ke Dunia Kerja

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Klaim BPS Semu Tentang 3,59 Juta Angkatan Kerja Terserap ke Dunia Kerja Doc: istimewa
Ket. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 3,59 juta penduduk baru terserap ke dunia kerja per Februari 2025. Angka tersebut jauh melampaui angka tambahan pengangguran sebanyak 83 ribu orang. 

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/5) mengatakan tambahan penyerapan angkatan kerja yang bekerja lebih besar daripada tambahan angkatan kerja yang menganggur.

“Dari 3,67 juta penambahan angkatan kerja, 3,59 juta penduduk atau 97,73 persen terserap sebagai penduduk bekerja,” kata Amalia.

Tak hanya jumlah yang meningkat, Amalia mengatakan pemerataan serapan tenaga kerja juga meluas ke berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur hingga perdagangan informal.

Sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja, terutama industri alas kaki, yang menyerap tambahan 200 ribu pekerja baru.

Selain itu, beberapa subsektor industri lainnya juga menunjukkan performa serupa, seperti industri alat angkutan ringan (tambahan 99,9 ribu pekerja), industri pengolahan buah dan sayur (naik 98,9 ribu pekerja) dan industri barang dari plastik dan tembakau, yang masing-masing menyerap lebih dari 50 ribu pekerja baru.

Di sektor perdagangan, lapangan kerja juga tumbuh pesat, dengan peningkatan terbesar justru terjadi di ritel nonmodern. Beberapa di antaranya adalah perdagangan eceran makanan dan minuman bukan di supermarket (668 ribu pekerja baru), perdagangan keliling makanan dan minuman hasil industri pengolahan 193 ribu, dan PKL sayur dan bahan makanan di pasar tradisional sebanyak 136 ribu.

Adapaun sektor penopang utama adalah sektor pertanian yang menyerap lebih dari 28 juta pekerja secara keseluruhan. Tiga subsektor yang mencatatkan peningkatan serapan tertinggi adalah perkebunan kelapa sawit 397 ribu pekerja, tanaman bahan minuman seperti teh dan kopi 357 ribu pekerja dan perkebunan karet dan getah sebanyak 225 ribu pekerja.

“Peningkatan ini sejalan dengan harga komoditas yang membaik dan ekspansi lahan perkebunan di luar Jawa,” katanya.

Pekerja Informal

Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda mengatakan, penyerapan tenaga kerja lebih banyak dari sektor informal. Sekarang porsi pekerja informal mencapai 59,40 persen, dibandingkan Agustus 2024 yang mencapai 57,95 persen.

Kemudian, ada 410 ribu tenaga kerja sektor manufaktur yang berkurang di Februari 2025 dibandingkan Agustus 2024. “Kemana klaim 3,59 juta tenaga kerja yang terserap? Sebanyak 850 ribu terserap ke sektor pertanian karena musiman. Sebanyak 740 ribu di sektor perdagangan,”tanya Huda.

Keduanya terang Huda merupakan sektor yang relatif banyak pekerja informal. Khususnya pertanian yang semuanya sektor informal. Kita juga tahu bahwa sektor informal tidak memberikan kesejahteraan. “Jadi klaim bahwa ada tambahan 3,59 juta penduduk yang terserap dunia kerja, klaim tersebut semu,”tegas Huda.

Sementara itu, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengaku sulit menerima laporan BPS tersebut sebab pertumbuhan investasi pada kuartal I 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pemerintah Gulirkan Stimulu...
Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Nasional
OJK: Satgas Pasti Hentikan ...
Ekonomi
Menkeu Ancam Sanksi Lebih B...
Daerah
Wali Kota Bandung Sebut Pem...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.