Uji Klinis Tahap 3 Vaksin TB M72: Apa Untungnya Buat Indonesia?
📅 Minggu, 25 Mei 2025, 15:15 WIB | Oleh: Tim PenulisIndonesia sendiri berpotensi memperoleh sejumlah keuntungan dari uji klinis tahap tiga vaksin M72, di antaranya:
- Mendapatkan akses vaksin lebih dini dan mudah.
- Meningkatkan kapasitas tenaga dan fasilitas kesehatan dalam pengelolaan vaksin.
- Memperkuat upaya penanganan TB dalam negeri dan global.
Uji klinis tahap 3 diharapkan selesai pada akhir 2028. Jika hasilnya baik, vaksin M72 baru bisa diajukan untuk disetujui lembaga pengawas, diproduksi massal, dan digunakan masyarakat luas.
Komunikasi transparan dan pemenuhan hak etik
Vaksin TB M72 berpotensi menguntungkan bagi pengembangan vaksin dan pemberantasan tuberkulosis di Indonesia. Namun, ada hal yang tak kalah penting dalam penerapan uji klinis, yaitu meningkatkan kualitas komunikasi publik dan memenuhi hak etik peserta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah perlu mengomunikasikan secara transparan mengenai perkembangan uji klinis, urgensi, manfaat, dan risiko vaksin M72 kepada masyarakat, terutama komunitas sasaran vaksin TB. Ini bertujuan agar tidak menimbulkan kekhawatiran dan sentimen negatif (misalnya Indonesia jadi kelinci percobaan), serta menangkal konspirasi liar seputar vaksinasi yang tak pernah terbukti dan berisiko membuat orang takut menerima vaksin.
Bangun kepercayaan publik lewat komunikasi dua arah menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami beragam audiens, serta disampaikan oleh pakar melalui platform yang tepat.
Pastikan pula untuk memenuhi hak-hak etik partisipan uji klinis vaksin, seperti tidak ada unsur pemaksaan dalam prosesnya, memberikan penjelasan dan kesepakatan yang transparan (terkait hak, risiko, manfaat, dan kebebasan mundur), serta memastikan jaminan asuransi untuk peserta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal lainnya, jika vaksin TB M72 terbukti efektif, pemerintah perlu menegosiasikan perjanjian lisensi dan distribusi vaksin. Tujuannya agar bisa menjamin ketersediaan vaksin TB M72, memproduksi vaksin di dalam negeri, menekan biaya produksi, dan mempercepat distribusi vaksin bagi masyarakat Indonesia.
Lewat komunikasi yang efektif dan transparan, pemenuhan hak etik peserta uji klinis, dan negosiasi yang baik, vaksin TB M72 bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk memberantas tuberkulosis di Indonesia, memperkuat sistem kesehatan nasional, dan meningkatkan kemandirian riset vaksin di masa depan.
Ronny Soviandhi, Assistant researcher, Center for Tropical Medicine, Universitas Gadjah Mada ; Arif Nur Muhammad Ansori, Peneliti, Sekolah Pascasarjana, Universitas Airlangga, dan Ari Probandari, Professor of Public Health, Universitas Sebelas Maret
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!