Dorong Peniingkatkan Kunjungan Wisata, Indonesia dan Tiongkok Sepakat Tandatangani MoU
📅 Minggu, 25 Mei 2025, 18:17 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-BPMI Setpres
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Tiongkok menyepakati kerja sama dalam bidang kepariwisataan yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) guna meningkatkan kunjungan wisata kedua negara.
"Kami menyambut baik MOU ini, yang akan membuka lebih banyak peluang bagi Indonesia untuk memperkenalkan destinasi wisatanya kepada pasar Tiongkok yang luas, dan sebaliknya," kata Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/5).
Penandatangan MoU tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang ke Indonesia pada Sabtu (24/5) hingga Senin (26/5).
Lingkup kerja sama yang tertuang dalam MoU pariwisata antara Indonesia dan Tiongkok mencakup beberapa hal di antaranya, pertama, pertukaran informasi dan peluang kerja sama antara kementerian pariwisata dan badan usaha pariwisata untuk mempermudah akses ke pasar pariwisata kedua negara.
Kedua, mendorong kunjungan warga negara dan penduduk kedua negara serta menciptakan lebih banyak peluang bagi wisatawan dari Indonesia dan Tiongkok untuk menjelajahi destinasi wisata di kedua negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketiga, kerja sama dalam menarik wisatawan dari negara ketiga ke Indonesia dan Tiongkok dengan membuka lebih banyak jalur promosi pariwisata internasional.
Keempat, memfasilitasi pendirian kantor perjalanan resmi nirlaba dari salah satu negara di negara pihak lainnya, yang akan membantu mempromosikan destinasi wisata secara lebih langsung dan intens.
Kelima, tunduk pada hukum dan peraturan masing-masing negara dalam melaksanakan kegiatan promosi pariwisata. Ini termasuk mendukung organisasi pariwisata pemerintah dan badan usaha pariwisata yang berperan aktif dalam mempromosikan sektor ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keenam, pertukaran informasi dan statistik pariwisata secara tidak teratur untuk meningkatkan pemahaman satu sama lain tentang tren dan permintaan pasar yang relevan.
Ketujuh, bidang kerja sama lainnya yang dapat dijalin berdasarkan kesepakatan tertulis antara kedua pihak untuk memastikan hasil yang optimal bagi industri pariwisata di Indonesia dan Tiongkok.
Widiyanti menjelaskan, dalam hal sektor pariwisata, Tiongkok merupakan salah satu mitra strategis untuk pengembangan SDM. Salah satunya melalui pemberian pelatihan bahasa Mandarin dari Pemerintah Tiongkok kepada mahasiswa di beberapa Politeknik Pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata.
Wisatawan asal Tiongkok juga berkontribusi signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2024.
Pada tahun tersebut, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 13,9 juta kunjungan, dengan wisatawan asal Tiongkok sebesar 1,19 juta kunjungan dan meningkat 52 persen, dibandingkan tahun 2023.
Pertumbuhan jumlah wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia, juga terlihat pada kuartal pertama tahun 2025, yakni sebanyak 279.040 kunjungan wisman. Ada pertumbuhan sebesar 1,15 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebanyak 275.863 kunjungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!