Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MPR RI: Pancasila Harus Tetap Berdiri Kokoh sebagai Pondasi Bangsa di Tengah Pusaran Globalisasi dan Polarisasi

📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 13:46 WIB | Oleh:
MPR RI: Pancasila Harus Tetap Berdiri Kokoh sebagai Pondasi Bangsa di Tengah Pusaran Globalisasi dan Polarisasi Doc: istimewa
Ket. Sarasehan Perubahan Geopolitik Dunia Dalam Peluang Menuju Indonesia Raya bertema ‘Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya’ di Jakarta.

JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut bahwa setiap bangsa memerlukan pondasi. Bagi bangsa Indonesia pondasi itu adalah Pancasila yang harus berdiri kokoh di tengah gelombang globalisasi, derasnya polarisasi dan ancaman ideologi-ideologi yang terus menusuk dalam upaya manis maupun kasar.

Pancasila, lanjutnya, bukan sekedar lima kalimat. Pancasila adalah simbol dari pergulatan sejarah, pertemuan nilai-nilai luhur budaya nusantara dengan cita-cita kemerdekaan.

“Untuk itu, sudah semestinya, seluruh anak bangsa Indonesia wajib menunduk dan hormat serta kagum kepada para bapak dan ibu pendiri bangsa, yang telah begitu cemerlangmerumuskan prinsip-prinsip utama bernegara dengan ringkas, padat, dan komprehensif,” katanya dalam keterangan yang diterima Sabtu (24/5).

Ditegaskannya, Pancasila bukanlah milik satu kelompok atau satu generasi semata.Tapi, milik seluruh rakyat Indonesia. Dalam dunia yang makin bising oleh ideologi-ideologi impor, oleh paham-paham yang menjanjikan surga instan, Pancasila justru memberi ruang untuk hidup bersama, saling percaya untuk membangun satu bangsa tanpa harus sama.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Muzani dalam sambutannya, saat membuka secara resmi Sarasehan Perubahan Geopolitik Dunia Dalam Peluang Menuju Indonesia Raya bertema ‘Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya’ Kerjasama MPR RI dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5).

Lebih jauh Pimpinan MPR dari Partai Gerindra ini mengungkapkan, sejak kelahirannya di 1 Juni 1945, Pancasila tidak benar-benar hidup tenang.Ia pernah diuji, diganggu bahkan berkali kali hendak digantikan. Pertanyannya, apa yang terjadi pada NKRI jika Pancasila tidak lagi menjadi kekuatan bagi kehidupan bangsa ini. Jawabannya, Indonesia akan kehilangan jangkar. Tanpa Pancasila, bangsa Indonesia akan terombang ambingbukan hanya pada kehidupan politik, tapi juga pada kehidupan keseharian.

“Selanjutnya, tanpa Pancasila, bangsa ini tidak lagi mempunyai dasar untuk menyelesaikan konflik. Jika kondisi itu terjadi, maka konflik tidak akan ada titik temu yang disepakati bersama.Ujungnya, yang muncul adalah pertarungan tanpa batas antara ideologi dan identitas,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, jika Pancasila diganti oleh ideologi lain seperti agama tunggal, maka banyak warga negara non pemeluk agama tersebut, akan merasa terasing di negerinya sendiri. Mereka kehilangan tempat, kehilangan hak dan kehilangan memiliki terhadap Republik bersama ini. Situasi akan berujung kepada diskriminasi, polarisasi dan ujungnya disintegrasi.

Jika Pancasila digantikan oleh kapitalisme ekstrim, maka tidak akan ada lagi keadilan sosial dan yang menang adalah selalu yang punya modal. Semakin besar modal seseorang atau kelompok, semakin besar pula peluang kemenangan untuk mereka dapatkan. Yang miskin akan tertinggal dan yang kaya akan berkuasa.

Kemudian, jika Indonesia dikuasai oleh ideologi otoriter, maka penghormatan kepada musyawarah dan kemanusiaan akanberakhir.Yang memerintah bukan lagi kebijakan dan kebijaksanaan, melainkan mayoritas yang gampang dirubah menjadi tirani.

Di momen itu, Ahmad Muzani memberi pesan khusus untuk para milenial Indonesia. Yakni, generasi muda Indonesia tidak diwariskan sebuah bongkah batu, melainkan api yang harus selalu dijaga.“Api itu boleh dibawa kemana saja, namun selama api itu menyala Indonesia akan tetap punya arah.Itulah Pancasila.Tanpa Pancasila, Indonesia bukan saja kehilangan masa lalu tapi juga akan kehilangan masa depan,” tegasnya.

Karena sangat pentingnya Pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, Ahmad Muzani menyampaikan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melakukan berbagai macam ikhtiar untuk mewujudkan pengamalan Pancasila.Antara lain, dengan berbagai bentuk macam program seperti pemberantasan kemiskinan dan korupsi, meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, buruh dan sektor-sektor lain. Juga, penguatan UMKM dan program-program yang langsung menyentuh kesejahteraan rakyat dalam upaya untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Oleh karena itu, kami menyampaikan apresiasi dan terimakasihkepada ikhtiar yang dilakukan oleh BPIP dan seluruh jajarannya, yang terus menggalakan pemahaman ideologi Pancasila.Juga, kami memberi apresiasi kepada para peserta yang hadir dan kepada narasumber yang menyumbangkan pemikiran dalam hal ini. Serta insan pers dalam upaya menyebarkan kebaikan dan optimisme bagi bangsa kita,” pungkasnya.

Berbicara soal tema sarasehan, Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa forum tersebut menjadi sangat penting sebagai upaya merekontruksi strategi politik ke depan bagi bangsa Indonesia.Tema yang diusung sangat tepat, sebab perubahan geopolitik dunia memang menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi bangsa Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Wisata
Sunyi Nan Magis di Danau Sagea
Olahraga
Piala Dunia, Beban Berat Di...
Daerah
Para Pendidik di Wilayah Su...

Neraca perdagangan Januari-Mei 2026 surplus

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Neraca perdagangan Januari-...
Olahraga
Sabalenka Hadapi Ujian Bera...

Potensi luas panen padi Juni-Agustus 2026

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Potensi luas panen padi Jun...
Ekonomi
Kelangkaan elpiji sebabkan ...
Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

Pertamina dan KKP Berkolaborasi Perkuat Pasokan BBM Nelayan Dukung Perikanan Nasional

02 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.