Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Ingatkan Data dan Prediksi BMKG Harus Jadi Acuan Mitigasi

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 10:15 WIB | Oleh:
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Ingatkan Data dan Prediksi BMKG Harus Jadi Acuan Mitigasi Doc: MPR RI
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan seluruh pihak agar menjadikan data dan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai acuan untuk memperkuat mitigasidan koordinasi lintas sektor guna mencegah terjadinya dampak musim kemarau di tanah air.

"Ada atau tidaknya El Nino, kita harus tetap bersiap menyikapi dampak perkiraan kemarau panjang yang disampaikan BMKG. Dampak musim kemarau seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gagal panen harus dicegah sejak dini," kata Lestari dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (16/4).

Dia menyampaikan bahwa BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan datang lebih awal, yakni pada April–Juni diwarnai dengan El Nino Godzila sehingga kemarau diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sekitar 64,5 persen wilayah diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, dengan puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus–September 2026.

Menurut Mbak Rerie, sapaan akrabnya, pemahaman masyarakat terkait fenomena cuaca yang akan dihadapi pada pekan-pekan mendatang, sangat penting untuk terus ditingkatkan.

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat tidak salah kaprah dalam menyikapi fenomena cuaca yang terjadi.

Untuk itu, dia pun mendorong para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah mampu memberi pemahaman yang tepat kepada masyarakat, sebagai bagian dari langkah mitigasi yang dilakukan.

Rerie menekankan bahwa seluruh data BMKG ini harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan fasilitas dan skema mitigasi sejak dini, dengan menetapkan sejumlah kebijakan yang dapat dipahami dan berorientasi pada upaya perlindungan masyarakat.

"Jangan sampai musim kemarau mendatangkan bencana yang sebenarnya bisa dicegah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.