Sade Melaju! Desa Wisata Lombok Jadi Role Model Eco Village
📅 Jumat, 23 Mei 2025, 19:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi.
LOMBOK TENGAH - Pengembangan desa wisata adalah langkah penting dalam mendorong pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta melestarikan budaya dan alam lokal.
Dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, desa wisata dapat menjadi wadah yang efektif untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif.
Desa Wisata Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi percontohan program Eco Village untuk mendukung program gerakan wisata bersih (GWB) dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
"Ini salah satu upaya untuk meningkatkan daya tarik wisatawan di destinasi wisata," kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat kick off program Eco Village Sade Desa Rambitan di Lombok Tengah, Jumat (23/5).
Ia mengatakan, dalam mewujudkan destinasi wisata yang berkualitas, aspek paling penting yang harus dilakukan adalah kebersihan, karena hal itu paling mendasar dan sederhana dilaksanakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bersih dulu, destinasi wisata harus bersih," katanya.
Ni Luh mencontohkan, jika kondisi rumah yang ditempati dalam keadaan bersih dan nyaman, tamu yang berkunjung tidak akan memiliki niat untuk mengotori atau membuang sampah sembarang.
"Ini program untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing, tapi tidak bisa dilakukan sendiri," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata menyusun program gerakan wisata bersih dan berkolaborasi dengan semua pihak baik pemerintah daerah maupun masyarakat serta dari pihak swasta.
"Program ini diharapkan bisa mendukung pengembangan dan penguatan desa wisata yang berkualitas," katanya.
Untuk mewujudkan program tersebut, kata Wamen, dibutuhkan kolaborasi dan partisipasi masyarakat, karena pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan program gerakan wisata bersih tersebut.
"Kunci suksesnya program ini adalah kolaborasi," katanya.
Karena itu, ia berharap dukungan dari masyarakat untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.
Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengatakan pemerintah daerah tetap mendorong pengelolaan sampah di destinasi wisata secara maksimal dengan melakukan program pembinaan kepada kelompok sadar wisata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!