Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Karst Goa Halo Tabung di Berau jadi Wahana Wisata dan Edukasi Geologi

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 13:47 WIB | Oleh:
Fenomena Karst Goa Halo Tabung di Berau jadi Wahana Wisata dan Edukasi Geologi Doc: ANTARA/Ahmad Rifandi
Ket. Goa Halo Tabung di Pulau Maratua, Kabupaten Berau menjadi wahana edukasi geologi yang diminati wisatawan mancanegara.

BERAU - Pemerintah Kecamatan Maratua di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, terus mengoptimalkan potensi fenomena alam kawasan karst Goa Halo Tabung sebagai wahana edukasi geologi yang bernilai pengetahuan tinggi bagi wisatawan maupun peneliti.

"Keberadaan gua karst ini tidak hanya sekadar menawarkan keindahan pesona alam semata, tetapi juga difungsikan menjadi laboratorium hidup yang sangat kaya akan nilai edukasi tentang sejarah pembentukan bumi kita," kata Camat Maratua Ashari di Berau, kemarin.

Destinasi wisata eksotis yang terletak di Kampung Payung-Payung tersebut memiliki karakteristik geologis unik berupa bentangan kolam alami memanjang dengan air payau berwarna kebiruan yang selalu jernih.

Ashari mengatakan keajaiban alam ini terbentuk dari pelarutan batu kapur selama ribuan tahun akibat tetesan air hujan yang menyerap karbondioksida dan berubah menjadi asam lemah saat meresap ke dalam tanah.

"Melalui proses pelarutan batuan di sepanjang retakan dan celah tanah secara perlahan tersebut, alam pada akhirnya membentuk sebuah cekungan mengerucut ke bawah hingga mencapai kedalaman sekitar 25 meter," ujar Ashari.

Ekosistem air payau di bagian tengah gua tersebut terbukti bergantung pada dinamika pasang surut air laut yang merembes masuk secara alami melalui jejaring celah bebatuan pesisir pulau.

"Jarak bibir daratan gua dengan laut lepas yang hanya terpaut sekitar 50 meter membuat volume ketersediaan air di dalam kolam selalu terjaga kelestariannya secara alami sepanjang waktu," kata dia.

Asal usul penamaan destinasi yang kerap diselami turis mancanegara itu juga sarat akan kearifan lokal, karena diambil langsung dari bahasa Suku Bajau, dimana kata Halo bermakna laguna dan Tabung merujuk pada jenis ikan kakap atau ikan tompel tangkapan nelayan setempat.

"Penyematan identitas bahasa lokal pada nama situs geologi ini menjadi cara efektif kami untuk terus merawat warisan tradisi lisan serta identitas kebaharian masyarakat pesisir Maratua," ucap Ashari.

Integrasi antara penyampaian literasi sains geologi dan pelestarian budaya lokal tersebut mampu menumbuhkan kesadaran ekologis para pengunjung untuk lebih menjaga kelestarian tata lingkungan perairan daerah.

"Kami sangat berharap setiap wisatawan yang datang tidak cuma berlibur menikmati keindahan airnya, tetapi pulang membawa tambahan wawasan baru tentang betapa pentingnya menjaga ekosistem kawasan karst ini," kata Ashari. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.