Jepang Dukung Pendanaan bagi Asean untuk Maksimalkan Potensi Karbon Biru
📅 Kamis, 22 Mei 2025, 01:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ANTARA/Kuntum Riswan
JAKARTA - Jepang baru-baru ini mengatakan, akan memberi dukungan pendanaan kepada negara-negara di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/Asean), untuk memanfaatkan sepenuhnya peluang karbon yang terdapat di kawasan dengan kapasitas serapan karbon dioksida yang sangat besar seperti lamun, hutan bakau, dan lahan gambut.
Dikutip dari Antara, dukungan tersebut ditandai dengan peluncuran proyek ASEAN Blue Carbon and Finance Profiling (ABFC) di Jakarta, Rabu (21/5), yang implementasinya akan dilaksanakan oleh Program Pembangunan PBB (UNDP).
“Jika dimanfaatkan dengan baik, Anda bisa mendapatkan pendanaan. Anda bisa menjual pengurangan emisi karbon, pengurangannya bisa dijual,” kata Duta Besar Jepang untuk Asean Kiya Masahiko kepada media usai acara peluncuran proyek tersebut.
Dubes Kiya menjelaskan bahwa proyek ABFC — sebuah inisiatif selama 12 bulan yang selaras dengan Asean Blue Economy Framework yang mengedepankan tiga aspek penting, yakni: lingkungan, ekonomi, dan masyarakat.
“Jadi menurut saya, ini adalah peluang bisnis dan ini bukan hanya baik untuk bisnis, tetapi juga baik untuk lingkungan, baik dalam mengatasi perubahan iklim, dan baik untuk masyarakat lokal. Semua komunitas pesisir bisa merasakan manfaatnya, termasuk perempuan,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dubes Kiya menyampaikan ekosistem karbon biru memainkan peran penting sebagai penyerap karbon yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim. Karena itu, pelestariannya sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekologi dan keanekaragaman hayati.
Perikanan Berkelanjutan
Sementara itu, pembiayaan biru akan menawarkan solusi keuangan inovatif untuk mendukung ekosistem-ekosistem karbon biru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut diplomat tersebut menuturkan bahwa kawasan Asean, dengan sumber daya laut yang melimpah dan tantangan emisi karbon, telah mendukung inisiatif ekonomi biru Asean.
Inisiatif tersebut telah meluncurkan proyek yang berhasil melibatkan sekitar 60 organisasi rintisan (start-up) inovatif dari seluruh Asean dan juga kawasan barat laut.
Kelompok-kelompok itu unggul dalam mempromosikan perikanan berkelanjutan, memperluas pariwisata biru, mengatasi polusi plastik, dan merespons perubahan iklim.
Jaringan mereka terhubung dengan pemangku kepentingan lainnya, termasuk dari Jepang, dan telah diundang untuk tampil di Expo Osaka akhir tahun ini.
Dubes Kiya turut menyoroti komitmen besar Indonesia pada ekonomi biru. Sehingga, pada proyek ini, Indonesia diharapkan dapat membagi pengalamannya dalam proyek ekonomi biru yang akan menghasilkan manfaat bagi 11 negara di kawasan Asean, termasuk bagi Timor-Leste sebagai calon anggota penuh Asean.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!