Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump: Moskow dan Kiev Segera Memulai Negosiasi Gencatan Senjata

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump: Moskow dan Kiev Segera Memulai Negosiasi Gencatan Senjata Doc: istimewa
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Senin (19/5) waktu Washington mengatakan dalam percakapan teleponnya dengan Presiden Russia, Vladimir Putin berlangsung sangat baik. Dari pembicaraan tersebut dia optimistis Moskow dan Kiev dijadwalkan untuk segera memulai negosiasi gencatan senjata.

“Rusia dan Ukraina akan segera memulai negosiasi menuju Gencatan Senjata dan, yang lebih penting, MENGAKHIRI Perang. Persyaratan untuk itu akan dinegosiasikan antara kedua pihak, sebagaimana mestinya, karena mereka mengetahui rincian negosiasi yang tidak akan diketahui orang lain,” kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

“Vatikan, sebagaimana diwakili oleh Paus, telah menyatakan bahwa mereka akan sangat tertarik untuk menjadi tuan rumah perundingan tersebut. Biarkan prosesnya dimulai!” kata Trump.

Trump lalu menggambarkan panggilan teleponnya selama dua jam dengan Putin sebagai suasana yang luar biasa, dengan mengatakan bahwa Moskow ingin melakukan perdagangan skala besar dengan AS setelah perang berakhir.

Ia menggambarkan potensi hubungan komersial antara AS dan Russia tidak terbatas, dan menambahkan bahwa Ukraina dapat menjadi penerima manfaat besar dalam perdagangan, dalam proses membangun kembali negaranya.

Terbuka dan Substantif

Sementara itu, dalam pengarahan kepada pers di Sochi, Putin menggambarkan percakapan dengan Trump lebih terbuka dan substantif. Putin mengatakan bahwa pemimpin AS tersebut mengakui apa yang ia gambarkan sebagai komitmen Russia terhadap penyelesaian krisis di Ukraina secara damai.

“Presiden AS menyampaikan posisinya mengenai gencatan senjata dan, pada bagiannya, juga mencatat bahwa Russia mendukung penyelesaian damai krisis Ukraina, kita hanya perlu menentukan cara paling efektif untuk bergerak menuju perdamaian,” katanya.

Menurut Putin, gencatan senjata dengan Ukraina mungkin saja terjadi setelah kesepakatan yang relevan tercapai, dan baik Russia maupun Ukraina harus menemukan kompromi yang dapat diterima bersama.

“Kami telah sepakat dengan Presiden AS, bahwa Rusia akan mengusulkan dan siap bekerja sama dengan pihak Ukraina dalam sebuah memorandum tentang kemungkinan perjanjian damai di masa mendatang,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Memorandum tersebut akan mendefinisikan sejumlah posisi seperti prinsip penyelesaian, waktu kemungkinan perjanjian damai, termasuk kemungkinan gencatan senjata untuk waktu tertentu jika kesepakatan tertentu tercapai.

Rincian percakapan tersebut, menurut Trump telah disampaikan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pejabat Eropa tak lama setelah berakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Daerah
Wali Kota Surabaya Ajak Mah...
Luar Negeri
Agresif Tekan Angka Krimina...

Menaker Buka Pemagangan Nasional 2026

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menaker Buka Pemagangan Nas...
Luar Negeri
Kolombia Diguncang Gempa Da...
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.