Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Majalah Berbahasa Sunda Mangle Dihidupkan Unpad dengan Versi Baru

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 22:33 WIB | Oleh:
Majalah Berbahasa Sunda Mangle Dihidupkan Unpad dengan Versi Baru Doc: ANTARA/HO-Unpad
Ket. Masyarakat melihat dan memfoto cover majalah Mangle. ANTARA/HO-Unpad

BANDUNG - Universitas Padjadjaran (UNPAD) menghidupkan lagi majalah berbahasa Sunda Mangle yang sempat kesulitan terbit lewat pengelolaan dengan versi yang dibarukan.

Kepala Pusat Budaya Sunda Unpad Prof Ganjar Kurnia mengungkapkan pengelolaan majalah yang tahun awal terbitnya sama dengan tahun kelahiran UNPAD yakni 1957 ini adalah sebagai pemenuhan dari Statuta Unpad.

"Jadi per 20 Mei majalah Manglé dikelola oleh Unpad. Ini merupakan amanat dari Statuta Unpad yang menyebutkan salah satu tujuan Unpad adalah terbentuknya pusat kebudayaan dengan kekhasan budaya Sunda untuk meraih daya saing internasional," kata Ganjar dalam keterangan di Bandung, Rabu (21/5).

Ia mengungkapkan majalah Manglé terbit setiap bulan dan menerima tulisan dari pembacanya, baik tulisan nonfiksi maupun fiksi.

Pengumuman resminya majalah Mangle ini dikelola oleh Unpad berbarengan dengan peresmian Pusat Budaya Sunda Unpad di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad di Jl Dipati Ukur No 35 Bandung oleh Rektor Unpad, Prof Arief S Kartasasmita.

Pusat Budaya Sunda Unpad merupakan perubahan dari Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda (PDP-BS) yang telah berdiri sejak 2019.

Arief Kartasasmita mengharapkan langkah pembentukan PBS Unpad dan pengelolaan Mangle bisa menjadi inspirasi dan mendorong agar bahasa dan budaya Sunda tidak hanya menjadi pelajaran di sekolah, namun juga diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Ditemui sebelumnya, Prof Ganjar mengungkapkan Mangle mengalami kesulitan terbit belakangan ini, sehingga menjadi pemantik pihaknya untuk ikut mengelola majalah berbahasa Sunda tertua itu.

Menurut dia, majalah itu akan tetap dinaungi PT Mangle yang telah dibeli sekelompok orang. Pusat Budaya Sunda Unpad, menurut Ganjar akan mengelola isi dan redaksional majalah Mangle yang biasanya terbit rutin sepekan sekali dalam bentuk cetakan.

"Jumlah tirasnya 1.500 eksemplar dengan harga jual 25 ribu rupiah. Nanti mungkin sama Unpad terbitnya akan sebulan sekali karena materinya bakal berubah. Oplah dan harganya bakal tetap dipertahankan tanpa kenaikan," ujar Ganjar.

Rencananya, Mangle akan tetap terbit dalam bentuk cetakan, bukan media digital berbayar. Alasannya, karena bentuk fisik bacaan dinilai masih lebih baik daripada membaca di layar perangkat komunikasi.

Beberapa perubahan telah direncanakan untuk Mangle terbitan baru ini, salah satunya cover majalah yang selalu menampilkan perempuan akan diganti.

"Kita akan mengarahkan Mangle menjadi majalah kebudayaan dan pengetahuan soal budaya," kata mantan Rektor Unpad tersebut.

Materi berita yang mengejar aktualitas, rencananya bakal ditinggalkan Mangle. Majalah itu akan mengandalkan karya dari para penulis, bukan lagi wartawan dengan fokus pada soal kebudayaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Pameran benda seni jaranan di Trenggalek

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pameran benda seni jaranan ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...

Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Penumpukan sampah di Kabupa...
Luar Negeri
Mesir Gandeng Teknologi Tio...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.