Wapres AS Vance Optimistis Perundingan Dagang dengan UE Berjalan Positif
📅 Selasa, 20 Mei 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: afp
Istanbul - Wakil Presiden AS JD Vance pada Minggu (18/5) mengaku optimis dengan kemajuan negosiasi perdagangan dengan Uni Eropa (EU) dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni di Roma.
Seperti dikutip Antara, pertemuan trilateral itu diadakan di sela-sela misa pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan. Vance mengatakan Italia menawarkan diri untuk menjadi penghubung antara AS dan Eropa.
Meski perbedaan tetap ada dalam perdagangan, kata dia, kedua belah pihak memiliki prioritas utama dan hubungan jangka panjang.
"Saya rasa kami akan melakukan perbincangan yang bagus, dan semoga ini akan menjadi awal dari negosiasi perdagangan jangka panjang," katanya.
Von der Leyen menyoroti besarnya hubungan perdagangan transatlantik, yang melebihi 1,5 triliun dollar AS (sekitar 24.698 triliun rupiah) per tahun. Dia juga membenarkan bahwa kedua pihak telah bertukar draf dokumen untuk negosiasi tingkat ahli.
Sebaiknya Anda baca juga:
Von der Leyen menekankan tujuan bersama terkait perang Russia-Ukraina dan kerja sama pertahanan.
Komisi Eropa telah mencairkan 800 miliar euro (sekitar 14.727 triliun rupiah) untuk investasi pertahanan selama empat tahun ke depan, kata dia.
Dia mengatakan kedua pihak sama-sama menginginkan "perdamaian yang adil dan abadi" di Ukraina dan akan mengevaluasi perkembangan pertahanan pada KTT Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tentu saja, ini akan memperkuat Uni Eropa, karena Eropa yang kuat berarti NATO yang kuat," katanya.
Sementara itu, PM Italia Meloni menyebut pertemuan di Roma itu menandai "awal yang baru" dan menegaskan kembali peran Italia sebagai fasilitator dialog.
"Kami tahu betapa pentingnya hubungan EU-AS demi Barat yang kuat, demi peradaban kami, juga demi hubungan ekonomi kami," kata dia.
Capai Kemajuan
Sebelumnya, Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Minggu, mengatakan para pemimpin Eropa berencana untuk berbicara lagi dengan Presiden AS Donald Trump sebelum pemimpin AS itu menelepon Presiden Russia Vladimir Putin.
Trump berbiacara pada Sabtu (17/5), bahwa ia berencana untuk berbicara melalui telepon dengan Putin pada 19 Mei ini.
"Kami telah sepakat bahwa sebagai persiapan untuk dialog ini, kami akan berbicara lagi —empat kepala negara dan pemerintahan — dengan presiden AS," kata Merz kepada wartawan di Roma, sebagaimana dikutip oleh surat kabar Bild.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!