Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bertemu di Tokyo, Menlu Jepang, Tiongkok, Korsel Sepakat Tingkatkan Kerja Sama

25 Sabtu, 22 Mar 2025, 15:00 WIB | Oleh:
Bertemu di Tokyo, Menlu Jepang, Tiongkok, Korsel Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bertemu di Tokyo, Menlu Jepang, Tiongkok, Korsel Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Doc: AP

TOKYO – Menteri Luar Negeri Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan sepakat untuk mempromosikan kerja sama "berorientasi masa depan" dalam pertemuan trilateral di Tokyo, Sabtu (22/3), di tengah meningkatnya ketidakpastian global atas kebijakan perdagangan dan keamanan Presiden AS Donald Trump.

Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya mengatakan ia beserta Menlu Tiongkok Wang Yi dan Menlu Korsel Cho Tae Yul, juga memutuskan untuk mempercepat persiapan untuk mengadakan pertemuan puncak "secepatnya".

"Sangat penting bagi ketiga negara...untuk mempromosikan pertukaran dan kerja sama yang berorientasi ke masa depan, dan membimbing kawasan dan komunitas internasional dari perpecahan menuju kerja sama," kata Iwaya dalam pernyataan pers bersama, Sabtu seperti dilaporkan Kyodo News.

Pertemuan terakhir tersebut menggarisbawahi peningkatan hubungan antara Jepang dan Tiongkok serta Korea Selatan meskipun masih ada ketegangan terkait sejarah masa perang dan sengketa wilayah. Namun, kesepakatan mereka tidak memuat hal-hal spesifik.

Pemerintah Jepang mengatakan fokus kerja sama akan berada pada langkah-langkah untuk saling mengenal lebih baik, melindungi mata pencaharian, dan mengatasi tantangan yang umum dialami semua generasi. Sementara Iwaya mengutip isu-isu seperti angka kelahiran rendah dan populasi yang menua.

Pada awal pertemuan, Wang menyatakan kesiapannya untuk membangun hubungan kolaboratif tiga arah, dengan mengatakan Tiongkok akan "terus menggali potensi kerja sama".

Namun, ia juga memberi peringatan terhadap Jepang terkait isu sejarah, dengan mengatakan bahwa tahun ini menandai peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Perlawanan melawan Agresi Jepang tahun 1937-1945.

“Masa depan hanya dapat diciptakan setelah merenungkan sejarah dengan tulus,” kata MenluTiongkok.

Mengenai perang Russia melawan Ukraina, Iwaya menegaskan kembali posisi Jepang bahwa "upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekerasan tidak boleh ditoleransi di mana pun di dunia". Ia juga menyatakan kekhawatiran tentang kerja sama militer Korea Utara dengan Russia.

Ia juga mengatakan program pengembangan rudal dan senjata nuklir Korea Utara merupakan sumber kekhawatiran dan menyerukan kerja sama untuk menyelesaikan masalah penculikan warga negara Jepang oleh Pyongyang beberapa dekade lalu.

Menlu Korsel mengatakan kepada wartawan, ketiga negara harus bekerja sama untuk "denuklirisasi menyeluruh" Korea Utara. Sementara Menlu Tiongkok menyatakan harapannya untuk "solusi politik" atas masalah Semenanjung Korea guna mencapai stabilitas jangka panjang di Asia Timur Laut.

Kedua negara terakhir kali mengadakan pertemuan menteri luar negeri trilateral di kota pelabuhan Korea Selatan, Busan, pada November 2023 dan pertemuan puncak di Seoul pada Mei 2024.

Namun, masing-masing negara menghadapi tantangannya sendiri, Tiongkok bergulat dengan krisis sektor properti yang berkepanjangan dan Korea Selatan dalam kekacauan politik saat Presiden Yoon Suk Yeol menunggu putusan pemakzulan atas penerapan darurat militer singkatnya pada bulan Desember.

Masa jabatan kedua Trump, telah menambahkan sentuhan baru pada kerja sama bilateral dan trilateral di antara ketiga negara Asia, di tengah ancaman perang dagang yang meningkat antara Beijing dan Washington serta potensi dampak dari skeptisisme presiden AS terhadap aliansi yang telah lama terjalin.

Wang menekankan kepada wartawan pentingnya "multilateralisme dan perdagangan bebas menuju pembangunan inklusif globalisasi ekonomi," kemungkinan dengan mempertimbangkan kebijakan tarif agresif Trump, yang telah menargetkan Tiongkok.

Para menteri juga berjanji untuk bekerja sama guna memastikan keberhasilan pembicaraan di bawah forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, yang akan diketuai Korea Selatan tahun ini, menurut pemerintah Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.