Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sindrom Patah Hati Bisa Berujung Kematian, Kenali Pemicu dan Risikonya

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 15:40 WIB | Oleh:

Faktor yang menyebabkan stres emosional mencakup hal-hal seperti kesedihan, ketakutan, kemarahan ekstrem, dan keterkejutan.

Sedangkan stres fisik dapat berkaitan dengan kondisi atau gejala kesehatan lain, seperti stroke, kejang, demam tinggi, serangan asma, emfisema, gula darah rendah, atau pendarahan hebat.

Selain nyeri dada, gejala sindrom patah hati dapat mencakup sesak napas, berkeringat, dan pusing.

Menurut para ahli, tubuh dapat merespons beberapa stresor intens dengan melepaskan sejumlah besar adrenalin, yang dapat menyebabkan penyempitan arteri kecil yang memasok darah ke jantung dan mengakibatkan penurunan aliran darah sementara.

Di sisi lain, adrenalin dapat mengikat sel-sel jantung secara langsung dan menyebabkan terlalu banyak kalsium masuk ke dalam sel, yang dapat membuat jantung tidak berdetak dengan baik.

Kondisi ini dapat memicu masalah jantung yang berpeluang menyebabkan kematian dalam sebagian kecil kasus. Namun, sebagian besar orang yang mengalaminya bisa pulih dengan cepat.

Profesor klinis kedokteran di University of Arizona di Tucson, Mohammad Reza Movahed, MD, PhD, selaku penulis utama hasil studi menyampaikan bahwa menangani pasien berdasarkan gejala fisik saja mungkin tidak cukup.

"Saat ini kami merawat orang berdasarkan gejala fisiknya, tetapi mungkin itu tidak cukup. Mungkin kita harus lebih fokus pada kecemasan dan stres yang sering memicu kondisi tersebut, daripada hanya mencoba merawat kondisi medisnya," kata dia.

Slivnick mengatakan bahwa sindrom patah hati tidak selalu jinak, dan tidak terlihat sama pada setiap orang.

"Dokter harus tetap menaruh kecurigaan tinggi terhadap penyakit ini, terutama pada pria, mengingat potensi manifestasi yang lebih atipikal dan parah pada saat diagnosis," katanya.

Meskipun tidak ada cara yang pasti untuk mencegah kondisi tersebut, ia menjelaskan, mengelola stres, mengobati masalah kesehatan yang mendasari seperti tekanan darah tinggi, atau segera ke UGD bila mengalami gejala nyeri dada atau sesak napas dapat membuat perbedaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.