Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sindrom Patah Hati Bisa Berujung Kematian, Kenali Pemicu dan Risikonya

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 15:40 WIB | Oleh:
Sindrom Patah Hati Bisa Berujung Kematian, Kenali Pemicu dan Risikonya Doc: Quora

JAKARTA - Sindrom patah hati, yang secara formal disebut kardiomiopati Takotsubo, sering kali disebabkan oleh peristiwa yang menimbulkan stres seperti putus cinta atau kematian orang yang dicintai.

Menurut siaran EveryDay Health pada Kamis (15/5), para ahli meyakini kondisi yang menyebabkan gejala serupa serangan jantung seperti nyeri dada dan sesak napas ini terjadi ketika ledakan hormon stres seperti adrenalin membuat jantung tidak dapat berkontraksi dengan baik.

Hasil studi baru yang dipublikasikan di Journal of the American Heart Association menunjukkan bahwa meskipun kondisi ini lebih umum terjadi pada perempuan, lelaki dua kali lebih mungkin meninggal karena sindrom patah hati.

Para peneliti dalam studi tersebut mengevaluasi tren, mortalitas, dan komplikasi pasien dewasa yang dirawat dengan kardiomiopati Takotsubo dari tahun 2016 hingga 2020.

Sebanyak 199.890 pasien kardiomiopati Takotsubo ditemukan dalam basis data rumah sakit selama kurun itu dan 83 persen di antaranya perempuan.

Menurut hasil analisis para peneliti, angka kematian akibat sindrom patah hati cukup tinggi, sampai 6,5 persen tanpa perbaikan selama periode lima tahun.

Angka kematian akibat sindrom patah hati pada pria sampai 11,2 persen atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan pada perempuan, yang hanya 5,5 persen.

Gagal jantung kongestif merupakan komplikasi yang paling umum, terjadi pada 36 persen orang yang diteliti, diikuti oleh fibrilasi atrium (21 persen), syok kardiogenik (7 persen), stroke (5 persen), dan serangan jantung (3 persen).

Para peneliti menyampaikan perlunya studi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab perbedaan risiko sindrom patah hati pada perempuan dan lelaki.

Ahli jantung dan profesor klinis kedokteran dari Stanford Health Care di California, Abha Khandelwal, mengemukakan bahwa pria kemungkinan memiliki risiko kematian yang lebih tinggi karena keterlambatan diagnosis atau pengobatan.

"Kami selalu menganggap ini sebagai penyakit perempuan, dan jika Anda tidak memiliki gejala yang khas, Anda cenderung memiliki hasil yang lebih buruk. Mungkin penyedia layanan kesehatan tidak mencari sindrom patah hati pada pria," kata Khandelwal, yang tidak terlibat dalam penelitian itu.

Menurut ahli jantung dari UChicago Medicine di Illinois, Jeremy Slivnick, risiko kematian yang lebih tinggi pada pria mungkin disebabkan oleh perbedaan dalam cara pria dan perempuan mengalami stres pada jantung.

Ia memberikan gambaran, pria lebih mungkin datang untuk berobat setelah mengalami stres fisik seperti penyakit serius dan trauma serta sering kali memiliki lebih banyak penyakit kronis pada awal, yang dapat membuat mereka cenderung mengalami hasil yang lebih buruk.

"Pria juga mungkin mengalami lonjakan hormon stres yang lebih besar yang dapat memperburuk cedera jantung," kata Slivnick, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Sindrom patah hati paling umum terjadi pada orang berusia 62 tahun atau lebih.

Penyebab paling umum kondisi ini adalah stres emosional dan fisik. Namun, pemicu masalah pada sekitar 30 persen orang yang mengalami krisis jantung ini tidak dapat diidentifikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.