Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat Gunakan Dua Kurikulum, Mensos: Kurikulum Formal dan Pendidikan Karakter

📅 Senin, 19 Mei 2025, 14:37 WIB | Oleh:
Sekolah Rakyat Gunakan Dua Kurikulum, Mensos: Kurikulum Formal dan Pendidikan Karakter Doc: antara foto
Ket. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf.

JAWA TIMUR - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan terdapat dua kurikulum pembelajaran yang sedang dipersiapkan untuk digunakan Sekolah Rakyat, yakni kurikulum formal dan pendidikan karakter.

“Ada dua kurikulum, yakni kurikulum formal dan kurikulum pendidikan karakter,” kata Gus Ipul, sapaan akrabnya seusai Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama untuk Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Al-Hikmah International Islamic Boarding School di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (19/5).

Menurut dia dua kurikulum itu penting karena tidak hanya mematangkan pelajar dari sisi akademis, tetapi juga karakter atau kepribadiannya. "Apalagi Sekolah Rakyat ini kan boarding school," ujarnya.

Mensos Gus Ipul juga menyatakan mendapatkan bantuan dari sekolah swasta dalam menyusun modul dan penggunaan aplikasi pembelajaran untuk Sekolah Rakyat.

"Seperti di Al-Hikmah juga punya aplikasi, in syaa Allah akan memudahkan kami mengelaborasikan kurikulum yang sudah dibuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” tuturnya.

Selain itu mengenai perkembangan progres fasilitas untuk Sekolah Rakyat, dia menyebut jika saat ini ada 53 bangunan yang sedang dalam tahap renovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Perbaikan kondisi bangunan di puluhan titik Sekolah Rakyat tersebut tidak menemui kendala apapun. Semuanya berjalan lancar sesuai dengan rencana dan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Renovasi bangunan untuk Sekolah Rakyat dijadwalkan rampung pada Juni 2025, sehingga bisa segera menyelenggarakan proses belajar mengajar pada tahun ajaran 2025/2026. “Alhamdulillah untuk yang 53 lokasi tidak ada kendala, Dukungan pemerintah daerah sangat kuat,” ujarnya.

Dia pun berharap realisasi pelaksanaan proses pendidikan bagi siswa dan siswi di Sekolah Rakyat ke depannya bisa berjalan di 100 titik.

"Mudah-mudahan ke depan ada 50 lagi titik atau 40 titik sehingga nanti ada 100 titik," ucapnya.

Gus Ipul menjelaskan bahwa lokasi yang akan dijadikan sebagai Sekolah Rakyat mulanya diajukan terlebih dahulu kepada Kementerian Pekerjaan Umum, untuk selanjutnya dilakukan survei lokasi.

Setelah dinyatakan layak, maka Kementerian Pekerjaan Umum akan membuat rencana renovasi.

Bahkan, kata dia, hingga saat ini survei terhadap usulan lokasi Sekolah Rakyat masih terus dilakukan.

Sehingga, bukan tak mungkin 100 titik Sekolah Rakyat se-Indonesia bisa terealisasi tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.