Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berani Bersikap, Warga Tiongkok Menolak Mobilisasi Sipil Jika Perang Pecah

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 01:36 WIB | Oleh:
Berani Bersikap, Warga Tiongkok Menolak Mobilisasi Sipil Jika Perang Pecah Doc: Istimewa
Ket. Seorang pria mengungkapkan ketidaksetujuan jika rakyat Tiongkok harus dimobilisasi berperang jika konflik militer pecah dengan negara lain.

BEIJING - Situasi persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok semakin meruncing dengan perang tarif yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump. Keadaan itu meningkatkan ketegangan yang sudah mencuat tentang rencana Tiongkok untuk menguasai Taiwan.

Presiden Xi Jinping sendiri belum lama ini telah menegaskan akan kembali merebut pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu dengan semua cara. 

Baru-baru ini sebuah survey dilakukan untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat jika mobilisasi sipil dilakukan untuk menghadapi peperangan. Tanggapannya beragam namun secara umum menunjukkan masyarakat Tiongkok apatis jika keluarga mereka harus dikorbankan sementara selama ini telah banyak menanggung beban kehidupan. 

Dikutip dari akun You Tube, China Observer, kebanyakan dari  mereka mengaku tidak mendukung jika putra mereka harus dikirim ke garis depan pertempuran. 

"Kami tidak mendukungnya. Karena beban yang diberikan masyarakat kepada kita terlalu banyak—pendidikan, perumahan, perawatan kesehatan, semua aspek kehidupan," kata seorang kakek jika cucunya yang ditugaskan. 

"Mengapa banyak pemimpin yang mengirim anak-anak mereka ke luar negeri? Apakah Tiongkok kurang baik?" tambahnya. 

Sementara pria lain berusia 60 tahun, mengatakan, mengapa putra mereka yang harus dikirim ke peperangan. 

"Siapa pun yang punya uang harus pergi. Pegawai pemerintah, pemimpin negara, dan pejabatlah yang harus melakukannya. Mereka telah mendapatkan banyak hal," ujar dia. 

Warga juga ditanya tanggaannya soal banyaknya generasi muda yang sulit mendapatkan pekerjaan, terutama lulusan perguruan tinggi. 

"Tidak ada yang dapat kita lakukan, mereka kuliah tidak ada hasilnya. Bagimana mereka bisa bersaing dengan anak-anak para elit yang bisa mendapat secarik surat rekomendasi untuk menyelesaikan semuanya? "

"Bagi orang awam, mereka bisa bekerja mati-matian tapi tetap tidak mendapat hasil apa-apa," katanya. 

Patriotisme lanjutnya, memiliki arti jika negara mencintai rakyat maka mereka akab membalas dengan hal yang sama. 

"Kalau negara tidak mencintai, kami juga tidak akan mencintainya. Sesederhana itu."

Kebanyakan dari orang-orang yang diwawancara mengajukan pertanyaan beragam terkait perbedaan perlakuan. Mereka bertanya apakah ada perbedaan soal tugas maju ke medan perang antara warga biasa dengan orang yang datang dari kalangan menengah ke atas, atau orang dari desa dengan dari kota besar. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.