Berani Bersikap, Warga Tiongkok Menolak Mobilisasi Sipil Jika Perang Pecah
📅 Minggu, 18 Mei 2025, 01:36 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Apakah ada beda perlakuan antara petani biasa dengan orang yang menjadi anggota partai (Partai Komunis Tiogkok)?"
Menurut narasi yang saluran tersebut, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin berani mengungkapkan aspirasi mereka.
Warga juga bertanya apakah ada perbedaan dalam layanan pemakaman jika mereka sampai kehilangan nyawa di medan perang.
"Atau jika kami mati, apakah anak-anak kami bisa diterima di sekolah di kota? Apakah anak-anak kami bisa diterima di perguruan tinggi seperti anak-anak dari Beijing?" Jika itu semua terjawab dengan baik, saya akan menjadi yang pertama mendaftar untuk maju perang," kata warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka mengatakan, jika perang terjadi, tanah rakyat dimiliki oleh negara, dan pabrik-pabrik dimiliki oleh pemiliknya masing-masing.
"Kita harus memiliki tiket untuk pergi ke kuil, lalu tolong beri kami alasan untuk apa kami membelanya sesuatu yang bukan milik kami," ujar mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!