Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung UMKM, Pemkot Mataram Galakkan Gerakan Kamis Produk Lokal

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung UMKM, Pemkot Mataram Galakkan Gerakan Kamis Produk Lokal Doc: Antara
Ket. Proses pembuatan Batik Mataram salah satu produk lokal pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Mataram - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mendukung program pemerintah berupa Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol), guna membangkitkan semangat cinta produk lokal dalam negeri.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disprinkop UKM) Kota Mataram HM Ramadhani di Mataram, Minggu (18/5), mengatakan, program tersebut diharapkan bisa menjadi ajang promosi produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) daerah.

"Untuk mendukung hal itu, Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sudah mengeluarkan surat edaran penggunaan produk lokal terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN)," katanya menyikapi program Kementerian Perdagangan (Kemendag) Budi Santoso yang meluncurkan gerakan Gaspol terutama pada kalangan ASN tingkat pusat maupun daerah.

Menurutnya, program tersebut sebenarnya sudah dilaksanakan Pemerintah Kota Mataram bahkan saat ini sedang berjalan.

Setiap hari Kamis, para ASN disarankan menggunakan produk lokal seperti menggunakan sergam batik atau tenun setiap hari Kamis.

Selain itu, setiap ada kegiatan acara-acara rapat atau sejenisnya di organisasi perangkat daerah (OPD), diharapkan bisa menggunakan jajanan atau kue-kue yang diproduksi oleh pelaku UMKM sekitar.

"Namun apakah itu konsisten dilakukan atau tidak sesuai edaran wali kota. Dengan adanya kebijakan pemerintah pusat, perlu dilakukan evaluasi lagi," katanya.

Selain itu, diharapkan ketika ada kegiatan MICE (meetings, incentives, conventions and exhibitions), maka cenderamata yang diberikan kepada tamu-tamu harus dari produk-produk lokal seperti mutiara dan cukli.

Akan tetapi, lanjutnya, yang menjadi tantangan saat ini ketika ada permintaan dalam jumlah banyak, misalnya untuk batik atau kain tenun, pelaku UMKM di Kota Mataram atau NTB secara umum jarang sekali bisa memenuhi kebutuhan itu.

Misalkan dibutuhkan Batik Sasambo atau Batik Mataram 1.000 lembar dalam rentang waktu satu bulan, maka  pelaku UMKM di sini tidak bisa memenuhi itu, sehingga terpaksa kebutuhan itu dipesan dari perajin luar.

"Kalau sudah dipesan dari perajin luar tentu yang diuntungkan adalah perajin luar juga," katanya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan pelaku UMKM, karena itulah peran dari Disprinkop UKM untuk mendampingi dan memfasilitasi produk lokal, agar kualitas, harga, dan layanan, bisa bersaing dengan daerah lain.

Namun demikian, pihaknya optimistis jika produksi pelaku UMKM memiliki kualitas dan keunggulan tersendiri, pasti akan tetap dicari.

"Dengan adanya kebijakan Gaspol menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan diri agar program cinta produk lokal dengan bela beli produk lokal dapat dilaksanakan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.