Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Gunakan Puisi Kuno untuk Lacak Hewan Air di Sungai Yangtze

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 18:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Gunakan Puisi Kuno untuk Lacak Hewan Air di Sungai Yangtze Doc: Antara/Xinhua
Ket. Porpoise tanpa sirip Yangtze berenang di dekat Bendungan Gezhouba di Kota Yichang, Provinsi Hubei, Tiongkok.

BEIJING - Tim peneliti Tiongkok berhasil memetakan sejarah persebaran porpoise tanpa sirip Sungai Yangtze selama 1.400 tahun melalui analisis inovatif terhadap puisi klasik Tiongkok.

Tim peneliti dari Institut Hidrobiologi di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Chinese Academy of Sciences/CAS) itu meneliti puisi-puisi bersejarah untuk melacak perubahan habitat spesies tersebut, yang memberikan wawasan baru tentang pola keanekaragaman hayati jangka panjang.

Porpoise tanpa sirip Sungai Yangtze, yang terkenal karena ukurannya yang relatif besar dan kerap terlihat muncul di permukaan sungai, telah lama menarik perhatian manusia. Perilaku khas spesies tersebut, yakni melompat keluar dari air saat makan, terutama sebelum badai petir, menjadikannya subjek yang lazim disebut dalam karya sastra kuno.

Tim peneliti mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menganalisis referensi-referensi tentang porpoise tersebut dalam puisi klasik. Dengan memelajari biografi, pokok bahasan, dan gaya penulisan para penyair, mereka memetakan persebaran spesies tersebut di berbagai periode sejarah dan wilayah geografis selama 14 abad.

Pemeriksaan sistematis yang dilakukan oleh tim peneliti mencakup 724 puisi yang berasal dari Dinasti Tang (618-907) dan dinasti-dinasti berikutnya. Referensi terbanyak yang berhasil mereka dokumentasikan berasal dari masa Dinasti Qing dengan 477 referensi, diikuti oleh Dinasti Ming (177), Dinasti Song (38), Dinasti Yuan (27), dan Dinasti Tang (5).

Untuk memperhitungkan transformasi geografis Sungai Yangtze dan pengaruh manusia dari waktu ke waktu, tim peneliti membuat model spasial yang membagi cekungan Sungai Yangtze menjadi 1.056 unit grid standar berukuran 30 x 30 kilometer untuk perbandingan historis yang tepat.

Hasilnya menunjukkan ada penurunan sebesar 65 persen untuk jangkauan persebaran sejak Dinasti Tang, yang menurun dari 169 unit grid menjadi hanya 59 unit grid saat ini. Penurunan paling parah terjadi pada seabad terakhir, yang menyusut dari 142 unit grid selama Dinasti Qing ke level yang tercatat saat ini.

Analisis-analisis regional menunjukkan hilangnya habitat secara tidak merata, dengan jalur air utama Sungai Yangtze mengalami penurunan 33 persen serta kehadiran porpoise di anak sungai dan danau mengalami penurunan 91 persen.

Penelitian tersebut menjelaskan hubungan antara perkembangan peradaban Tiongkok dengan perubahan keanekaragaman hayati, yang merancang pendekatan inovatif untuk menyelidiki dinamika populasi satwa historis. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Daerah
BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susu...
Nasional
DPR Dorong Pemerintah Buka ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Nasib 193 Pedagang Ikan Kra...
Megapolitan
Pedagang Ikan Pasar Kramat ...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.