Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadirkan Cita Rasa Nusantara untuk Merawat Kekhusyukan Ibadah di Tanah Suci

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 21:37 WIB | Oleh:
Hadirkan Cita Rasa Nusantara untuk Merawat Kekhusyukan Ibadah di Tanah Suci Doc: ANTARA/Andika Wahyu
Ket. Juru masak mengangkat ikan patin goreng untuk lauk paket makan siang jamaah calon haji Indonesia di dapur Raghaeb Catering, Makkah, Arab Saudi, Rabu (14/5).

MADINAH - Pelayanan jasa boga saat peribadahan haji merupakan salah satu kunci untuk menjamin kekhusukan dan ketenangan jamaah calon haji Indonesia. Makanan yang disantap jamaah haruslah merupakan hidangan yang sehat dan tercukupi nutrisinya.

Bagaimana cara menjamin pelayanan jasa boga itu tidak bermasalah? Koordinator layanan konsumsi Sektor I Madinah, Djubaidah, menyatakan pihaknya melakukan prosedur yang ketat saat pemeriksaan dan distribusi makanan untuk jamaah calon haji Indonesia.

"Saat penyedia katering mengantarkan konsumsi untuk jamaah, kami langsung minta satu sampel untuk diuji coba. Kami akan terima jika makanan itu kita nilai sesuai standar," kata Djubaidah, yang ditemui di Hotel Inter Continental Daar al Hijra Madinah, Selasa (13/5).

Sebagai penanggung jawab Djubaidah harus memastikan makanan datang 30 menit sebelum jadwal pendistribusian. Ia harus berkomunikasi secara intensif dengan penyedia jasa boga.

Saat ini pengusahaan jasa boga untuk para jemaah disuplai oleh 55 perusahaan katering Arab Saudi, yang tersebar di Madinah dan Makkah.

Perusahaan tersebut akan memberikan layanan makan penuh tiga kali sehari selama di Arab Saudi atau sebanyak 127 kali makan per satu orang. Total konsumsi untuk 221 peserta haji asal Indonesia yang harus disediakan adalah 25,8 juta boks.

Menurut Djubaidah saat berada di Madinah, jamaah mendapatkan layanan tiga kali makan sehari selama sembilan hari atau total maksimal 27 kali.

Setiap harinya, mulai tanggal 2 Mei, petugas konsumsi PPIH Madinah, melayani jamaah dari menu selamat datang, kemudian makan pagi, makan siang, dan makan malam.

Untuk makan pagi, pendistribusian dimulai pukul 5.00-8.00 waktu Madinah. Untuk makan siang, mereka melakukan pendistribusian pada pukul 12.00-14.00. Sedangkan makan malam didistribusikan kepada jamaah pada pukul 17.00-19.00.

Menurut Djubaidah, sejauh ini di sektornya, jamaah tidak ada masalah dan tidak ada yang komplain. Djubaidah melibatkan ketua rombongan dan ketua regu dalam mendistribusikan kepada jamaah.

Setiap makanan, katanya, memiliki batas konsumsi yang sudah tertera di bagian atas boks makanan.

Rasa makanan

Ketua Rombongan pada kelompok terbang ke-24 Embarkasi Solo, Wachudi Sukardi, menyatakan secara umum menu yang disajikan cukup baik.

"Menunya cocok, malah lebih enak dari yang biasa saya makan sehari-hari. Terima kasih panitia," ujar Wachudi.

Menurut pria yang berprofesi sebagai pedagang dan merupakan perangkat Desa Dlisen, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang ini, menu makannya membuatnya serasa sedang tidak berada di luar negeri. Ia dan rombongan mengaku kerasan, padahal hampir seminggu jemaah haji SOC 24 ini berada di Madinah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.