Hadirkan Cita Rasa Nusantara untuk Merawat Kekhusyukan Ibadah di Tanah Suci
📅 Rabu, 14 Mei 2025, 21:37 WIB | Oleh: OpikBeberapa jamaah menyampaikan pendapat yang sama dengan Wachudi, saat ditemui sedang bersantap makan siang di hotel berbintang lima itu.
Koordinator layanan konsumsi sektor 1 Madinah, Djubaidah, mengatakan, jamaah haji di hotel ini memang terbiasa makan bersama di lorong hotel.
Hotel-hotel tempat jamaah Indonesia tinggal di Madinah memang memiliki aturan masing-masing terkait penyajian makanan yang ditangani Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Salah satu hal yang membuat makanan jamaah cocok dengan lidah orang Indonesia adalah karena makanan tersebut diolah dengan bahan dan bumbu asli Nusantara, yang langsung dikirim dari Tanah Air.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun ini untuk layanan konsumsi haji di Arab Saudi didatangkan 475 ton bumbu asli Nusantara, dari kebutuhan 611 ton bumbu.
Upaya Memperkuat Rantai Ekosistem Ekonomi Haji
Ratusan ton bumbu nusantara yang dikirim ke Tanah Suci ini menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai ekosistem ekonomi haji yang terus diupayakan pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Awalnya, Pemerintah Indonesia hanya bisa mengirimkan bumbu asli nusantara sebanyak 70 ton pada musim haji 2023. Lalu pada 2024, jumlahnya meningkat mencapai 475 ton.
Tujuh produsen terbaik dari Indonesia terpilih untuk menyediakan 22 jenis bumbu, mulai dari nasi goreng, rendang, tumis, hingga balado. Mereka diseleksi sejak November 2024.
Setiap bumbu dipilih dengan ketat untuk memastikan cita rasa autentik Nusantara tetap terjaga, bahkan setelah menempuh perjalanan panjang lintas benua.
Pemerintah ingin menjamin setiap suapan makanan yang masuk dalam perut jamaah calon haji Indonesia di Tanah Suci memiliki rasa autentik khas Indonesia.
Di tengah panasnya gurun Makkah dan lautan manusia dari berbagai negara, sebuah kotak nasi khas Indonesia menjadi simbol kenyamanan spiritual dan budaya bagi jamaah Tanah Air.
Makanan seperti rendang, balado, semur, dan nasi goreng bukan sekadar pengisi perut, melainkan penghubung emosional yang mengingatkan jamaah akan rumah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!