Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bakamla RI Lakukan Audiensi Strategis Dukung Pembentukan Indonesia Coast Guard

📅 Selasa, 13 Mei 2025, 07:01 WIB | Oleh:
Bakamla RI Lakukan Audiensi Strategis Dukung Pembentukan Indonesia Coast Guard Doc: Humas Bakamla RI
Ket. Kegiatan ini adalah dalam rangka pengumpulan data untuk penyusunan Kajian Potensi Pendapatan dan Kerugian Negara dari Keberadaan Bakamla RI (Indonesia Coast Guard) dengan tolok ukur Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN).

Direktur Penelitian dan Pengembangan Kamla Laksma Bakamla I Gusti Putu Aswan Candra, M.M., CHRMP, beserta staf telah melaksanakan rangkaian kunjungan kerja ke Tanjung Pinang dan Batam selama 4 hari, Tanjung Pinang, Senin (12/5/2025).

Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka pengumpulan data untuk penyusunan Kajian Potensi Pendapatan dan Kerugian Negara dari Keberadaan Bakamla RI (Indonesia Coast Guard) dengan tolok ukur Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN). Kegiatan diawali dengan audiensi ke Koarmada I Tanjung Pinang yang diterima oleh Kapoksahli Koarmada I Laksma TNI Dedy Pradono. Dalam pertemuan tersebut, dukungan terhadap pembentukan Indonesia Coast Guard disampaikan dengan penekanan pada penguatan regulasi dan penetapan peran serta tugas utama coast guard di laut.

Pada hari kedua, tim melanjutkan audiensi ke Kantor SAR Tanjung Pinang dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Kepala Kantor SAR menyampaikan data kecelakaan laut serta dukungan terhadap sinergi antar lembaga dalam penanganan musibah laut. Sementara itu, UMRAH menyampaikan kesiapan untuk menjadi mitra kajian, serta menyoroti isu pencemaran laut yang belum tertangani secara hukum, sekaligus menyampaikan data pendukung sektor perikanan di wilayah Tanjung Pinang dan Bintan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan ke Batam pada hari ketiga, dengan kunjungan ke Lantamal IV, PT. KAS, dan Dinas Perikanan Kota Batam. Danlantamal IV Laksma TNI Berkat Widjanarko menyampaikan dukungan penuh terhadap penunjukan Bakamla RI sebagai Indonesia Coast Guard, yang juga menjadi perhatian dalam kunjungan Panja Komisi I DPR RI. Audiensi juga menekankan pentingnya sinergi TNI AL dan Bakamla dalam menjaga keamanan laut.

Di PT. KAS, tim Litbang Bakamla RI memaparkan rencana pembangunan unsur kekuatan Bakamla RI sesuai postur optimum 20252045, yang disambut baik oleh pihak perusahaan. Sementara itu, Dinas Perikanan Kota Batam mendukung kajian yang tengah disusun, serta menyampaikan informasi terkait wilayah penangkapan ikan dan industri pengolahan sumber daya perikanan di Batam yang potensial menjadi indikator dalam kajian.

Seluruh rangkaian kunjungan berjalan lancar dan produktif, ditutup dengan penyerahan cinderamata, Buku tulisan dari Dirlitbang Bakamla RI yang berjudul "Ancaman Keamanan Laut Indonesia: Qua Vadis Penjaga Laut Nusantara" serta foto bersama. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat argumentasi perlunya pembentukan Indonesia Coast Guard yang profesional, terkoordinasi, dan berbasis data pendukung yang akurat dari berbagai pemangku kepentingan. (Humas Bakamla RI)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.