Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Zelenskiy Siap Temui Putin di Turki, Dorongan Perdamaian Didukung Trump Meski Gencatan Senjata Masih Abu-Abu

📅 Senin, 12 Mei 2025, 15:10 WIB | Oleh:
Zelenskiy Siap Temui Putin di Turki, Dorongan Perdamaian Didukung Trump Meski Gencatan Senjata Masih Abu-Abu Doc: Reuters
Ket. Presiden Ukraina Voloydmyr Zelensky berbicara dalam konferensi pers di halaman Istana Mariinsky di Kyiv, Ukraina

JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan kesiapannya untuk bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Turki pada Kamis, menandai kemungkinan pertemuan pertama antara kedua pemimpin sejak Desember 2019. Langkah ini menyusul tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang secara terbuka mendesak Zelenskiy agar segera menerima tawaran Putin untuk mengadakan pembicaraan damai.

"Saya akan menunggu Putin di Turki pada hari Kamis. Secara pribadi," tulis Zelenskiy melalui akun X (dulu Twitter).

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, menyindir, “Bagaimana dengan Putin? Apakah dia takut?”

Pertemuan ini menjadi klimaks dari 48 jam yang dramatis, di mana negara-negara besar Eropa—didukung utusan Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg—mendesak gencatan senjata 30 hari tanpa syarat yang dimulai pada Senin. Namun, alih-alih menyetujui permintaan tersebut, Putin justru mengusulkan pembicaraan langsung di Istanbul tanpa prasyarat.

Ketidakjelasan masih menyelimuti apakah Putin akan hadir secara langsung. Kremlin belum memberikan kepastian, dan ajudannya, Yuri Ushakov, justru menegaskan bahwa negosiasi harus memperhitungkan kerangka perdamaian 2022 yang sebelumnya ditinggalkan Kyiv—yang mengharuskan Ukraina menetapkan kenetralan dan menerima kendali Rusia atas wilayah pendudukan. Bagi Ukraina, ini sama saja dengan menyerah.

Zelenskiy menegaskan bahwa Ukraina tetap terbuka untuk berunding, tetapi hanya jika Rusia menyetujui gencatan senjata terlebih dahulu.

"Kami menantikan gencatan senjata yang penuh dan berkelanjutan mulai besok," tulisnya. 

Namun ia menambahkan, jika Rusia melanggar kesepakatan, pasukan Ukraina akan merespons.

Sementara itu, Trump mengambil pendekatan berbeda dari negara-negara Eropa. Melalui Truth Social, ia menulis:

"Putin tidak ingin gencatan senjata, tapi ingin bertemu Kamis di Turki untuk mengakhiri pertumpahan darah. Ukraina harus menyetujuinya, segera!"

Trump menyatakan pembicaraan langsung adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah perdamaian mungkin tercapai. Ia juga berharap langkah ini menjadi awal dari reputasinya sebagai pembawa damai.

Baik Moskow maupun Kyiv berupaya memanfaatkan keterlibatan Trump—yang punya pengaruh besar dalam kelanjutan dukungan militer AS—untuk keuntungan masing-masing. Ukraina ingin memastikan dukungan militer tetap mengalir, sementara Rusia berharap dapat melobi keringanan sanksi ekonomi dari Barat.

Namun skeptisisme tetap tinggi. Putin menolak tuntutan Barat akan gencatan senjata, menyebutnya sebagai “ultimatum.” Ia menegaskan, akar penyebab konflik harus diselesaikan lebih dulu sebelum membicarakan penghentian perang.

Situasi di medan tempur juga masih genting. Kedutaan AS di Kyiv mengeluarkan peringatan soal potensi serangan udara besar-besaran oleh Rusia dalam beberapa hari ke depan. Zelenskiy pun menutup pidato malamnya dengan nada waspada, menyatakan bahwa pasukannya tidak akan tinggal diam jika Rusia mengingkari gencatan senjata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    pakk,, tolong dijaga keamananya ya,, kami rakyat kecil ...
    Netizen cerdas tidak akan mudah terpengaruh isu pemecah ...
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
gaia musik festival
Ekonomi
PT KAI: Angkutan Batu Bara ...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Kembali Ter...
Otomotif
Supercar Lamborghini Temera...
Luar Negeri
Suriah Akhirnya Jatuhkan Hu...
Advertisement
gaia musik festival
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.