Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Misterius, Kasus Demensia Meningkat Tajam di Tiongkok Tanpa Diketahui Penyebabnya

📅 Senin, 12 Mei 2025, 08:37 WIB | Oleh:
Misterius, Kasus Demensia Meningkat Tajam di Tiongkok Tanpa Diketahui Penyebabnya Doc: Istimewa
Ket. Para peneliti memperingatkan bahwa meskipun tren membaik, kasus demensia di Tiongkok kemungkinan akan tetap menjadi yang tertinggi di dunia selama beberapa tahun mendatang.

BEIJING - Kasus demensia meningkat di seluruh dunia. Namun di Tiongkok, angkanya telah mencapai titik tertinggi baru, dan para ahli berusaha keras untuk memahami penyebabnya. 

Dikutip dari BGR (Boy Genius Report), sebuah studi global baru-baru ini menemukan bahwa kasus demensia di Tiongkok telah meningkat lebih dari empat kali lipat dalam tiga dekade terakhir, melampaui sebagian besar negara lain.

Pada tahun 1990, sekitar 4 juta orang di Tiongkok menderita demensia. Pada tahun 2021, jumlah tersebut melonjak hingga hampir 17 juta. Sebagai perbandingan, kasus demensia global selama periode yang sama meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 22 juta menjadi 57 juta, tetapi peningkatan di Tiongkok jauh lebih dramatis.

Menurut para peneliti, faktor terbesar kemungkinan adalah usia. Tiongkok mengalami ledakan kelahiran bayi pada tahun 1950-an, dan generasi tersebut kini mencapai usia 70-an, yang merupakan tahun-tahun dengan risiko utama untuk mengalami demensia. Gelombang penuaan ini lebih besar daripada gelombang penuaan lainnya di dunia, sehingga membuat negara ini sangat rentan. Namun, tren populasi bukanlah satu-satunya penjelasan.

Faktor gaya hidup juga berperan besar. Merokok merupakan risiko demensia yang sudah diketahui, dan di Tiongkok, sekitar setengah dari semua pria merokok, dibandingkan dengan hanya 2 persen wanita. Sebaliknya, tingkat merokok telah menurun di banyak negara Barat selama beberapa dekade terakhir.

Sementara itu, negara ini mengalami peningkatan tajam dalam diabetes dan obesitas, keduanya terkait dengan risiko demensia. Perubahan ini sebagian besar disebabkan oleh penerapan pola makan ala Barat yang tinggi lemak, gula, dan makanan olahan.

Generasi muda di Tiongkok mulai membuat pilihan yang lebih sehat, seperti mengurangi kebiasaan merokok, tetapi dampak dari beberapa dekade sebelumnya mulai terasa. Dan para peneliti memperingatkan bahwa meskipun tren membaik, kasus demensia di Tiongkok kemungkinan akan tetap menjadi yang tertinggi di dunia selama beberapa tahun mendatang.

Namun, hal ini menghadirkan tantangan yang sangat besar. Tidak hanya secara medis, tetapi juga secara sosial dan ekonomi. Demensia merupakan salah satu kondisi yang paling mahal untuk ditangani, memerlukan perawatan intensif dan dukungan jangka panjang. Karena populasi lansia di Tiongkok terus bertambah, semakin sedikit orang muda yang dapat memberikan perawatan tersebut.

Pada akhirnya, meski para ahli mulai memahami faktor-faktor penyebabnya, masih belum ada jawaban tunggal mengapa kasus demensia di Tiongkok meningkat begitu cepat. Yang jelas, masalah ini mendesak, dan untuk mengatasinya diperlukan intervensi kesehatan masyarakat dan perencanaan dukungan jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.