Jelang Idul Adha, Harga Cabai dan Bawang Terancam Naik? Ini Langkah Antisipasi Bapanas!
📅 Senin, 12 Mei 2025, 09:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Humas Bapanas
JAKARTA - Antisipasi fluktuasi harga pangan merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan ketahanan pangan nasional.
Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam mengelola risiko fluktuasi harga pangan untuk menciptakan sistem pangan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengantisipasi fluktuasi harga cabai dan bawang merah menjelang Idul Adha 2025 melalui koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas pasokan dan melindungi daya beli masyarakat di seluruh daerah.
"Komoditas cabai dan bawang merah yang sebagai produk hortikultura dan termasuk pangan pokok strategis, sering mengalami fluktuasi harga, baik di tingkat petani maupun konsumen," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono sebagaimana keterangan di Jakarta, Minggu.
Dia menyampaikan, pihaknya sebelumnya telah menggelar Rapat Koordinasi SPHP Cabai dan Bawang Merah sebagai antisipasi fluktuasi harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Maino mengatakan, rakor ini sebagai tindak lanjut dari rapat pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri sebelumnya.
Maino menyoroti tren harga cabai merah keriting (CMK) yang sempat tinggi di awal tahun, lalu menurun di awal Mei dengan harga produsen Rp31.811 dan konsumen menyentuh Rp58.174 per kilogram.
Harga cabai rawit merah (CRM) di produsen dan konsumen pun sempat melampaui harga acuan pembelian (HAP) hingga Maret, tetapi mulai terkoreksi turun hingga 30 sampai 40 persen pada awal Mei 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Maino, keterbatasan sentra panen bawang merah yang hanya ada di delapan provinsi menimbulkan tantangan besar untuk menjamin pemerataan pasokan di seluruh kabupaten dan kota.
Ia menekankan pentingnya hilirisasi cabai seperti produksi cabai kering, guna menyerap panen berlimpah dan mengurangi ketergantungan terhadap impor cabai kering dari luar negeri.
Harga bawang merah di tingkat produsen mulai menembus HAP setelah sempat di bawah sejak pertengahan 2024, dengan harga Rp24.802 per kilogram pada awal Mei 2025.
Maino mengatakan, puncak panen raya bawang merah diperkirakan terjadi pada Juli-Agustus, sehingga dibutuhkan intervensi seperti subsidi harga, pasar murah, dan dukungan logistik.
"Oleh karena itu, kita harus melakukan berbagai program intervensi mulai dari subsidi harga, subsidi transportasi, pasar murah hingga sangat perlu kerja sama semua pihak," katanya.
Gerakan Pangan Murah (GPM) secara konsisten dilaksanakan Bapanas bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya. Pada Mei 2025, Bapanas merencanakan 122 kali GPM di 28 kabupaten/kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!