Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Kota di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Senin

📅 Senin, 08 Jun 2026, 07:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Kota di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Senin Doc: ANTARA
Ket. Arsip foto - Seorang warga berjalan menggunakan payung saat turun hujan di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (12/11/2018).

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi berawan hingga potensi hujan ringan, sedang, hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Senin (08/6).

Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, Senin (08/6),prakirawan Henokhvita menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang dari perairan utara Maluku Utara hingga utara Papua Barat, perairan selatan Kalimantan Tengah hingga Selat Karimata.

Selain itu, konvergensi juga memanjang dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dari Laut Banda hingga Pulau Seram, dari Teluk Cendrawasih hingga pesisir utara Papua Barat.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Tanjungpinang dan Palembang.

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Banda Aceh, Medan, Palangkaraya, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Mamuju, Kendari, Palu, Manado, Ambon, Sorong, Nabire dan Merauke.

Adapun kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni wilayah Pekanbaru, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Gorontalo, Ternate, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya.

Sebelumnya pada Sabtu (6/6), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan narasi yang berkembang di media sosial dengan menegaskan bahwa fenomena bediding atau penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari bukan merupakan kejadian cuaca ekstrem.

"Perlu dipahami bahwa bediding bukanlah fenomena yang 'melanda' seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan rasa dingin yang menguat pada malam hingga pagi hari itu terjadi karena radiasi balik dari bumi dapat langsung dilepaskan ke atmosfer akibat tidak adanya awan. Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh rendahnya kelembapan udara serta meningkatnya pengaruh aliran massa udara kering dari Australia.

Ahli bidang meteorologi BMKG ini menambahkan bahwa karakteristik suhu dingin musiman ini biasanya mulai terasa pada Juni dan dapat meningkat pada Juli hingga Agustus, khususnya ketika cuaca malam hari cerah dan angin timuran atau Monsun Australia semakin menguat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Gebrakan PM Inggris Andy Bu...
Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.