Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cabai Tembus Rp120 Ribu, Warga Pulau Seribu Jadi Korban Mahal Logistik

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Cabai Tembus Rp120 Ribu, Warga Pulau Seribu Jadi Korban Mahal Logistik Doc: antara
Ket. Inflasi Pangan - Harga Cabai di Pulau Seribu Tembus Rp120 Ribu

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat upaya stabilisasi pangan di wilayah kepulauan dengan mengintensifkan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) sebagai langkah menahan laju harga cabai rawit di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Intervensi ini dilakukan menyusul harga komoditas tersebut yang masih bertengger di atas Harga Acuan Penjualan (HAP), sekaligus untuk menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat pulau.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, harga cabai rawit merah tercatat berada di kisaran 100-12o ribu rupiah per kilogram (kg). Angka itu melampaui HAP di rentang 40-75 ribu rupiah per kg.

Sementara itu, komoditas lain seperti bawang putih, daging ayam ras, gula konsumsi, dan Minyakita masih bergerak di sekitar HET/HAP, meskipun penguatan distribusi tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa.

Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Bapanas, Budi Waryanto, mengatakan langkah intervensi stabilisasi melalui FDP diperlukan guna menekan ongkos logistik pengiriman dari distributor di daratan menuju wilayah kepulauan.

Seperti diketahui, wilayah Kepulauan Seribu, khususnya Kecamatan Kepulauan Seribu Utara yang meliputi Pulau Harapan, Pulau Kelapa, dan Pulau Panggang dengan jumlah penduduk sekitar 17.817 jiwa atau 61 persen dari total populasi Kepulauan Seribu, memiliki karakteristik ketergantungan distribusi melalui transportasi laut. Kondisi ini berdampak pada tambahan biaya logistik sekitar 10 ribu per karung dari daratan Jakarta.

"FDP kita dorong untuk menekan harga cabai yang mengalami fluktuasi menjelang momentum puasa ini. Jika FDP diterapkan sejak dari Pasar Induk Kramat Jati, maka penurunan harga dapat terjadi dalam dua tahap, mulai dari sentra pasok hingga sampai ke konsumen di wilayah kepulauan," ujar Budi saat pemantauan di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Selasa (17/2/2026).

"Selain itu, dalam jangka menengah, kami juga mendorong penyediaan fasilitas gudang penyimpanan di Kepulauan Seribu dengan dukungan pemerintah daerah. Keberadaan gudang ini akan memperkuat buffer stock pangan strategis serta dapat melibatkan Perum Bulog maupun BUMD pangan," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.