Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Masih Tertekan, 8 Juni 2026

📅 Senin, 08 Jun 2026, 08:35 WIB | Oleh:
Rupiah Masih Tertekan, 8 Juni 2026 Doc: istimewa

JAKARTA – Rupiah masih berada dalam tekanan seiring tingginya ketidakpastian global dan dinamika ekonomi do­mestik yang memengaruhi sentimen pasar. Investor perlu terus mencermati perkembangan data ekonomi, arah ke­bijakan moneter, serta kondisi geopolitik yang berpotensi menentukan pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong me­lihat pergerakan rupiah awak pekan ini bakal dipengaruhi perkembangan geopolitik, respons pasar terhadap data NFP (Non-Farm Payrolls) AS, dan data cadangan devisa Indonesia. Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs ru­piah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (8/6) bergerak fluktuatif di kisaran 17.950 – 18.100 rupiah per dollar AS.

Seperti diketahui, sepanjang 2006, kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank per 5 Juni melemah 1.265 poin atau sekitar 7,54 persen dari akhir tahun lalu. Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagang­an, Jumat (5/6) sore, menguat 13 poin atau 0,07 persen dari sehari sebelumnya menjadi 18.036 rupiah per dollar AS.

“Pelaku pasar merespons positif laporan kinerja APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) walaupun masih defisit. Namun, kenaikan pajak tumbuh signifikan yang berarti ketergantungan pada utang mulai turun,” ujar Ana­lis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.

Tercatat, penerimaan pajak menunjukkan kinerja positif per 31 Mei 2026, dengan nilai 834,4 triliun rupiah atau tum­buh 22,1 persen secara tahunan (year-on-year/ yoy). Secara komponen, hampir seluruh komponen pajak mengalami pertumbuhan positif.

Penerimaan pajak penghasilan (PPh) badan dan deposit PPh badan terealisasi sebesar 167,6 triliun rupiah atau tum­buh 23,9 persen. Kemudian, PPh orang pribadi dan PPh 21 tercatat sebesar 123,1 triliun rupiah atau tumbuh 26 persen. Sementara PPh final, PPh 22, dan PPh 26 terhimpun 138,7 triliun rupiah atau tumbuh 5,2 persen.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, pa­jak penghasilan atas badan dan orang pribadi yang tumbuh signifikan mencerminkan realitas penghasilan yang tumbuh. Selain pajak penghasilan, komponen pajak pertambahan ni­lai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 41,3 per­sen dengan nilai 315,7 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Bumi Makin Panas, Bangkit! ...
Luar Negeri
BMKG: Gempa M 7,7 di Mindan...
Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 8 Ju...
Daerah
Pemkot Solok Luncurkan SPMB...
Olahraga
Alexander Zverev Raih Gelar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Kuat M7,8 Guncang Selatan Filipina dan Sulawesi Utara, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Gempa Kuat M7,8 Guncang Selatan Filipina dan Sulawesi Utara, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.