Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNI AL Panen Kedelai Migo AL 1-89 di Banten guna Mendorong Swasembada Pangan

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
TNI AL Panen Kedelai Migo AL 1-89 di Banten guna Mendorong Swasembada Pangan Doc: ANTARA
Ket. Kegiatan panen raya kedelai varietas unggul Migo AL 1-89 seluas 1,5 hektare di Desa Rancasanggal, Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (8/5/2025).

SERANG – Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan komitmen TNI AL dalam mewujudkan swasembada pangan melalui panen raya kedelai varietas unggul Migo AL 1-89 seluas 1,5 hektare di Desa Rancasanggal, Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (08/5).

Panen raya yang digelar di Pusat Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Bioteknologi itu merupakan bagian dari program ketahanan pangan TNI AL yang menjadi tindak lanjut dari Asta Cita Presiden RI dan Perpres No. 81 Tahun 2024 tentang pemanfaatan sumber daya lokal untuk ketahanan pangan nasional.

"Hasilnya itu mencapai hampir 5 ton, jadi 4,4 ton dalam satu hektare. Kalau berhasil, berarti nanti kita akan terapkan di berbagai tempat seperti Lampung, Bengkulu, Pasuruan, Manado, dan Pasir Angin Bogor. Kalau ini bisa berhasil semua, berarti kita akan mengurangi ketergantungan kita terhadap kedelai dari asing," ujar Ali.

Kedelai varietas Migo AL 1-89 dikenal sebagai jenis unggul hemat air dan berproduktivitas tinggi. Masa tanamnya pun relatif singkat, hanya 70 hari, dan memungkinkan panen hingga tiga kali setahun.

Dalam waktu dekat, TNI AL berencana mengembangkan pilot proyek ini ke berbagai daerah guna mendukung kemandirian pangan nasional, khususnya kedelai.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Yudi Sastro menyampaikan bahwa kebutuhan kedelai nasional mencapai 2,6 hingga 2,8 juta ton per tahun, namun produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total kebutuhan itu.

"Kita ini paling sekitar 20 persen yang bisa kita penuhi, jadi masih ada 80 persen sisanya. Perluasan tanam minimal 500 hingga 700 ribu hektare sangat dibutuhkan," ujar Yudi.

TNI AL telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendukung swasembada pangan kedelai dalam tiga tahun ke depan.

Strategi itu meliputi penyediaan bibit unggul, penggunaan pupuk organik, pendampingan petani, optimalisasi lahan, serta pengamanan distribusi pascapanen agar hasil panen bisa langsung diserap pasar domestik.

Kegiatan panen raya ini juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Investasi, Baznas RI, dan Forkopimda Provinsi Banten.

TNI AL menyatakan akan terus mendukung program makan siang bergizi serta penguatan ekonomi nasional berbasis maritim sebagai bagian dari kontribusinya dalam pembangunan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Kondisi Gelombang Tinggi di...
Ekonomi
Saatnya Perkuat Pasar Domes...
Luar Negeri
Prabowo Bawa 3 Pesan Indone...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.