Dari Piring, Kita Bisa Melawan Perubahan Iklim
📅 Kamis, 08 Mei 2025, 14:12 WIB | Oleh: Tim PenulisKami meneliti 210 responden berusia 18–42 tahun yang pernah makan di restoran tersebut. Hasilnya, mereka yang memilih makanan sehat cenderung lebih sadar lingkungan.
Penelitian kami menunjukkan, kesadaran akan kesehatan berkontribusi 65,3% terhadap pola konsumsi makanan berkelanjutan. Artinya, semakin peduli seseorang terhadap kesehatannya, semakin besar kemungkinan mereka memilih makanan yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, faktor kepercayaan berperan besar. Sebanyak 39,7% variasi pola konsumsi berkelanjutan ditentukan oleh kepercayaan konsumen. Artinya, semakin transparan sebuah brand soal bahan makanan dan proses produksinya, semakin tinggi kemungkinan pelanggan membeli produk nabati tersebut.
Kesadaran ini juga didorong oleh media sosial dan influencer yang aktif mempromosikan pola makan berbasis nabati. Ditambah, makin banyak bisnis makanan yang sadar lingkungan dan menjadikan keberlanjutan sebagai nilai jual mereka.Tantangan di balik gaya hidup sehat dan berkelanjutan
Sebaiknya Anda baca juga:
Sayangnya, tidak semua orang bisa dengan mudah beralih ke pola makan berkelanjutan, terutama anak muda. Ada beberapa tantangan yang masih jadi kendala utama:
-
Harga lebih mahal: Makanan organik dan produk berkelanjutan sering kali lebih mahal dibanding makanan biasa. Sementara itu, daya beli kalangan muda umumnya masih rendah.
-
Akses terbatas: Produk organik dan berkelanjutan masih sulit ditemukan di pusat perbelanjaan biasa, membuat opsi ini kurang praktis.
Sebaiknya Anda baca juga:
-
Greenwashing: Banyak brand mengklaim produknya ramah lingkungan, padahal kenyataannya tidak sepenuhnya begitu. Hal ini membuat publik ragu dengan jaminan keberlanjutan produk.
-
Kebiasaan makan yang sulit diubah: Makanan tradisional kita kebanyakan berbasis daging dan minyak, jadi butuh waktu buat menyesuaikan diri.
-
Kurangnya informasi yang akurat: Banyak orang masih bingung memilih mana makanan yang benar-benar berkelanjutan.
Kepercayaan konsumen: Kunci perubahan industri makanan
Mayoritas konsumen di masa depan adalah anak muda, yang kini makin kritis dalam memilih makanan yang mereka beli. Oleh karena itu, perusahaan makanan yang ingin bertahan hingga masa depan harus lebih transparan agar mendapatkan kepercayaan dan menarik minat pelanggan muda.
Beberapa strategi yang bisa diterapkan bisnis makanan, antara lain:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!