Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi RI Tengah Hadapi Gejala Stagnasi Terstruktur

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dalam kesempatan berbeda, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mewanti-wanti besarnya tekanan ekonomi Indonesia ke depan, setelah BPS mengumumkan perekonomian triwulan I-2025 hanya tumbuh 4,87 persen. Pencapaian itu merosot jika dibandingkan dengan realisasi triwulan IV-2024 yang sebesar 5,02 persen dan anjlok lebih dalam dibanding pertumbuhan triwulan I-2024 sebesar 5,11 persen.

“Jadi kelihatannya ke depan masih agak lebih mengkhawatirkan lagi,” kata Yose.

Ia menegaskan, ekonomi pada triwulan I-2025 sebetulnya telah ditopang faktor musiman yang bisa mendorong salah satu komponen terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni konsumsi rumah tangga. Namun, pertumbuhannya malah tak mampu naik ke level 5 persen seperti biasanya.

Sebagaimana diketahui, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi 54,53 persen terhadap ekonomi atau PDB Indonesia pada triwulan I-2025 hanya mampu tumbuh 4,89 persen yoy, lebih rendah dari kondisi empat triwulan tahun lalu yang memang sudah di bawah 5 persen yakni 4,9 persen.

“Jadi itu juga sudah ditopang juga dengan Ramadhan serta Lebaran. Tapi ternyata memang ada pelemahan seperti itu,” tegasnya.

Yose pun meproyeksikan aktivitas ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 akan semakin berat karena imbas dari perang dagang di kancah global. Dengan pengenaan tarif biaya masuk barang Indonesia ke AS sebesar 32 persen jika tidak bisa dinegosiasikan untuk turun, maka ekspor berpotensi tertekan, padahal kontribusinya terhadap PDB mencapai

22,3 persen.

“Jadi memang perlu pegangan lebih erat lagi, lebih keras lagi. Permasalahannya di dalam ekonomi kita internal sendiri itu tidak terlalu kelihatan menjanjikan,” kata Yose.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.