Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemendikdasmen dan Google Siap Latih 1 Juta Guru Dukung Pelajaran Coding

📅 Senin, 05 Mei 2025, 20:17 WIB | Oleh:
Kemendikdasmen dan Google Siap Latih 1 Juta Guru Dukung Pelajaran Coding Doc: Istimewa
Ket. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Google siap melatih 1 juta guru untuk mendukung pembelajaran coding. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, selain Google banyak pihak berminat bermitra untuk menyiapkan kompetensi guru dalam program pelajaran coding dan artificial intelligence (AI) dalam kurikulum.

"kami melakukan pertemuan dengan Google yang mereka siap untuk melatih sekurang-kurangnya 1 juta guru untuk coding dan artificial intelligence ini," ujar Mu'ti, di Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan pelajaran coding dan AI dalam kurikulum bertujuan untuk meningkatkan literasi digital, meningkatkan kemampuan berpikir komputasional. Dengan demikian, teknologi AI dapat dimanfaatkan secara produktif dan bertanggung jawab.

Mu'ti menyebut, naskah akademik untuk pembelajaran coding dan AI sudah rampung, tinggal pelaksanaannya saja. Opsi pembelajaran coding, lanjut dia, sebagai mata pelajaran pilihan kelas 5 dan 6 SD, SMP, dan SMK atau SMA dan terintegrasi dengan mata pelajaran yang ada, dan juga sebagai kegiatan ekstra kurikulum.

"Opsinya bisa berbasis internet, bisa juga berbasis perangkat atau plug, dan juga tanpa perangkat atau unplug," jelasnya.

Secara terpisah, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Achmad Hidayatullah, menegaskan bahwa pengenalan coding pada siswa kelas 5 SD sangat relevan dan penting. Menurutnya, secara psikologis dan pedagogis, anak-anak usia kelas 5 telah memasuki tahapan perkembangan operasional konkret.

“Pada tahap ini, anak sudah bisa melakukan operasi mental seperti menyusun urutan, membuat klasifikasi, hingga menarik kesimpulan logis dari hal-hal konkret di sekelilingnya," katanya.

Dayat menyebut, pada usia tersebut anak memiliki kapasitas untuk berpikir logis, memahami hubungan sebab-akibat, serta mampu memahami simbol dan urutan—kemampuan-kemampuan dasar yang sangat penting dalam belajar coding. Menurutnya, pembelajaran coding bagi anak kelas 5 SD bukan hanya layak, tetapi juga sangat strategis.

"Lebih dari sekadar mengenal bahasa pemrograman, belajar coding memberi banyak manfaat bagi perkembangan anak," ucapnya.

Dia menerangkan, coding membantu mengasah logika berpikir, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah. Anak-anak belajar untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mulai bertransformasi menjadi pencipta teknologi.

"Pengenalan coding sejak dini memberikan fondasi kuat bagi anak untuk menghadapi era digital secara aktif. Mereka tidak hanya menjadi konsumen, tetapi punya potensi menjadi inovator," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

IDAI Ingatkan Risiko Gadget pada Tumbuh Kembang Anak

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
IDAI Ingatkan Risiko Gadget...
Nasional
Ketum IDAI Soroti Rendahnya...

Kemenhub Perketat Pengawasan Angkutan Barang

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenhub Perketat Pengawasa...

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Gelar P...
Nasional
Kemensos Perkuat Verifikasi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.